BPS Rilis Kondisi Ekonomi Samarinda, Inflasi Tahunan 5,29 Persen
- 08 Mar 2026 07:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda merilis perkembangan indikator ekonomi daerah yang mencakup inflasi, pariwisata, dan transportasi. Rilis tersebut disampaikan dalam pemaparan resmi yang menggambarkan kondisi ekonomi Kota Samarinda hingga Februari 2026 serta sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan indikator tersebut.
Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, menjelaskan indikator utama yang disampaikan dalam rilis kali ini adalah perkembangan inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK). Selain inflasi, BPS juga memaparkan perkembangan sektor pariwisata serta transportasi yang menjadi bagian penting dalam menggambarkan dinamika aktivitas ekonomi di Kota Tepian.
Menurut Supriyanto, sebelum memaparkan angka inflasi secara rinci, terdapat beberapa peristiwa penting yang mempengaruhi pergerakan harga selama Februari 2026. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi catatan penting karena berkaitan langsung dengan dinamika harga barang dan jasa yang terjadi di masyarakat.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi inflasi adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dari Pertamina pada Februari 2026. Penyesuaian harga tersebut turut memberikan dampak terhadap pergerakan sejumlah komoditas dan biaya distribusi barang.
Supriyanto menyebutkan, secara umum harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamax, Pertamax Dex dan Dex Lite mengalami penurunan pada periode Februari 2026. Sementara itu, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih berada pada harga yang sama seperti bulan sebelumnya sehingga tidak mengalami perubahan.
Dalam rilis tersebut, BPS mencatat inflasi bulan ke bulan atau month to month di Kota Samarinda pada Februari 2026 sebesar 0,56 persen. Sementara inflasi secara tahunan atau year on year tercatat mencapai 5,29 persen, yang menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kelompok pengeluaran yang paling mempengaruhi inflasi pada Februari 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat inflasi sebesar 1,28 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan kontribusi terhadap inflasi dengan angka sebesar 2,22 persen.
“Pada Februari 2026 terjadi inflasi month to month sebesar 0,56 persen, sedangkan inflasi year on year Kota Samarinda mencapai 5,29 persen,” kata Supriyanto pada Jumat 6 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....