Pemkot Samarinda Anggarkan Rp13 Miliar Sambung Drainase Simpang Sempaja

  • 06 Mar 2026 13:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda terus mengupayakan penanganan banjir di kawasan Simpang Empat Sempaja melalui penyambungan drainase yang selama ini belum terhubung ke Sungai Karang Mumus.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda mencatat masih terdapat saluran drainase sepanjang 366 meter yang belum tersambung menuju Sungai Karang Mumus sehingga aliran air belum sepenuhnya lancar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi mengatakan pemerintah kota telah menganggarkan dana sekitar Rp13 miliar untuk menyelesaikan penyambungan saluran tersebut pada tahun ini.

“Anggarannya sudah kita usulkan. Total panjang drainase di jalur tersebut sekitar dua kilometer, yang belum terkonek itu sekitar 366 meter. Tahun ini kita usahakan sudah connect supaya air bisa langsung mengalir ke Karang Mumus,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, penyambungan drainase tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dari kawasan permukiman sehingga tidak lagi menimbulkan genangan di kawasan Simpang Empat Sempaja.

Selain pembangunan drainase, Pemerintah Kota Samarinda juga mengandalkan fungsi kolam retensi Sempaja Lestari Indah (SLI) sebagai salah satu upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut.

Namun demikian, Darmadi mengakui fungsi kolam retensi tersebut saat ini belum berjalan maksimal karena saluran outlet belum sepenuhnya terkoneksi dengan sistem drainase yang ada.

Akibatnya, sebagian aliran air dari kawasan Padat Karya masih melimpas menuju Jalan Wahid Hasyim dan berpotensi menyebabkan genangan di kawasan Simpang Empat Sempaja.

“Kalau sudah terkonek, air terbagi, bisa langsung masuk ke Ahim dan ke PM Noor. Harapannya banjir di simpang empat Sempaja berkurang,” katanya.

Sementara itu untuk kolam retensi Bengkuring, Dinas PUPR Samarinda menyebut pengerjaan lanjutan masih menunggu proses pembebasan lahan.

Darmadi menjelaskan, rencana pengembangan kolam retensi Bengkuring memiliki target luas sekitar 27 hektare, namun saat ini baru sekitar 16 hektare yang telah terbangun.

Selain perluasan area kolam, penguatan tanggul juga direncanakan agar struktur lebih kokoh serta kapasitas tampung air dapat dimaksimalkan untuk mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.

“Targetnya 27 hektare, sekarang baru 16 hektare yang terbangun. Sisanya memang lahannya belum dibebaskan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....