Jemaah Haji Kaltim Diimbau Persiapkan Fisik sejak Dini
- 05 Mar 2026 13:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Calon jemaah haji diimbau mulai mempersiapkan kondisi fisik sejak dini menjelang musim haji 2026. Hal ini penting karena sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat serta mobilitas tinggi selama berada di Tanah Suci.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Kalimantan Timur, Haji Mohlis Hasan, mengatakan ibadah haji tidak hanya memerlukan kesiapan spiritual, tetapi juga fisik dan mental. Kondisi tubuh yang prima menjadi salah satu faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
“Ibadah haji bukan hanya kesiapan rohani, tetapi juga fisik dan mental. Sekitar 80 persen rangkaian haji adalah aktivitas fisik yang membutuhkan stamina kuat,” ujar Mohlis Hasan di Samarinda, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan selama berada di Arab Saudi, jemaah akan menjalani berbagai aktivitas ibadah yang memerlukan mobilitas tinggi. Selain menghadapi suhu udara yang cukup panas, jemaah juga akan berada di tengah kepadatan jutaan umat Muslim dari berbagai negara.
Beberapa rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima antara lain tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah dengan jarak tempuh sekitar tiga hingga empat kilometer, serta lempar jumrah yang mengharuskan jemaah berjalan kaki menuju lokasi jamarat.
Selain itu, jemaah juga menjalani rangkaian ibadah puncak seperti wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melanjutkan prosesi di Mina. Pada masa puncak pelaksanaan haji, jemaah diperkirakan dapat berjalan kaki antara lima hingga lima belas kilometer per hari selama beberapa hari berturut-turut.
Kondisi tersebut menuntut kesiapan fisik yang baik agar jemaah tidak mudah mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.
Karena itu, Mohlis mengimbau calon jemaah haji mulai membiasakan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki secara rutin, menjaga pola makan yang sehat, serta memastikan kondisi kesehatan tetap stabil menjelang keberangkatan.
“Kesehatan menjadi kunci utama agar ibadah dapat dijalankan dengan sempurna. Jika fisik siap, jemaah bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk dan aman,” katanya.
Ia berharap seluruh calon jemaah haji asal Kalimantan Timur dapat berangkat dalam kondisi sehat, menjalani seluruh tahapan ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....