H-52 Keberangkatan Haji, Jemaah Diminta Tetap Tenang

  • 05 Mar 2026 13:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang keberangkatan ibadah haji yang tinggal sekitar 52 hari lagi, calon jemaah haji diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh kekhawatiran terhadap perkembangan situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah memastikan seluruh proses persiapan keberangkatan terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Timur, Haji Mohlis Hasan, mengatakan jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji diharapkan fokus mempersiapkan diri, baik dari sisi kesehatan, dokumen perjalanan, maupun kesiapan mengikuti rangkaian manasik haji.

“Pesan kami kepada jemaah, jangan panik dan jangan stres memikirkan situasi yang berkembang. Fokus saja pada persiapan dan mengikuti tahapan yang telah ditetapkan,” ujar Mohlis Hasan di Samarinda, Kamis 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, secara umum persiapan penyelenggaraan haji di Kalimantan Timur saat ini telah memasuki tahap akhir. Berbagai dokumen penting seperti paspor, visa, hingga jadwal keberangkatan jemaah sebagian besar telah diterbitkan dan kini tinggal proses finalisasi administrasi.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya memastikan seluruh jemaah memperoleh perlindungan dan pelayanan yang maksimal selama proses penyelenggaraan haji. Hal tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, petugas haji, serta pihak terkait lainnya.

Selain aspek administrasi, kesiapan layanan bagi jemaah juga menjadi perhatian. Petugas haji disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada jemaah sejak tahap keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Meski demikian, perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah tetap menjadi salah satu faktor yang dipantau pemerintah. Evaluasi situasi global terus dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Mohlis menjelaskan, kebijakan terkait pemberangkatan jemaah dapat menyesuaikan kondisi apabila situasi keamanan dinilai belum sepenuhnya aman bagi perjalanan ibadah.

“Apabila konflik belum reda dan kondisi tidak memungkinkan, kebijakan tentu bisa menyesuaikan, bahkan berpotensi ditunda seperti pengalaman sebelumnya. Namun harapan kita bersama, situasi segera kondusif sehingga jemaah tetap dapat berangkat tahun ini dengan aman,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh calon jemaah haji asal Kalimantan Timur untuk tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas sumbernya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan serta koordinasi lintas sektor yang berjalan, pemerintah berharap seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh jemaah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....