Habitat Terfragmentasi, BKSDA Kaltim Translokasi Orangutan dan Anak Kembarnya
- 04 Mar 2026 13:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Timur - Fragmentasi hutan yang kian masif di Kalimantan Timur kembali memaksa upaya penyelamatan satwa liar dilakukan. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur mentranslokasi satu individu orangutan betina bersama dua anaknya yang diduga kembar dari kawasan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, setelah habitatnya terpecah dan ruang jelajahnya semakin menyempit.
bersama mitra BKSDA, yaitu CAN Borneo, kegiatan penyelamatan dilakukan setelah tim menerima laporan terkait keberadaan orangutan yang berada di area dengan kondisi habitat telah terfragmentasi. Kawasan tersebut mengalami penyempitan ruang jelajah akibat perubahan bentang alam, sehingga berpotensi meningkatkan risiko konflik antara satwa dan aktivitas manusia.
Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto mengatakan, translokasi terpaksa dilakukan demi menjamin keselamatan induk dan kedua anaknya. Menurutnya, hasil kajian lapangan menunjukkan habitat yang ditempati sudah tidak lagi memadai untuk mendukung kebutuhan hidup orangutan dalam jangka panjang.
“Habitatnya sudah terfragmentasi dan ruang jelajahnya semakin menyempit. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu konflik dengan manusia sekaligus mengancam keberlangsungan hidup induk dan dua anaknya. Karena itu, kami memutuskan untuk melakukan translokasi ke lokasi yang lebih aman dan layak,” ujar M Ari Wibawanto, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan prosedur ketat dan melibatkan tim medis berpengalaman. Induk orangutan terlebih dahulu dibius secara terukur untuk memastikan keselamatan selama proses pemindahan, sementara kedua anaknya yang terus berada dalam dekapan sang induk turut diamankan. Dua anak orangutan tersebut diduga merupakan individu kembar, kondisi yang tergolong langka pada spesies ini.
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan stabil, ketiganya dipindahkan ke kawasan High Conservation Value (HCV) milik PT BPN. Lokasi tersebut sebelumnya telah melalui kajian kelayakan habitat, mencakup ketersediaan pakan alami, tutupan hutan yang memadai, sumber air, serta minim gangguan aktivitas manusia.
Ari menegaskan, kawasan HCV tersebut dinilai memiliki konektivitas lanskap yang lebih baik sehingga dapat mendukung perilaku alami orangutan. Ia juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga area bernilai konservasi tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Translokasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BKSDA Kaltim dalam menjaga populasi orangutan di alam liar, terutama di tengah tekanan terhadap habitat akibat alih fungsi lahan. Pihaknya mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk terus berperan aktif menjaga kelestarian hutan, karena perlindungan habitat menjadi kunci utama dalam konservasi satwa liar di Kalimantan Timur.
Dengan pemindahan ini, diharapkan induk orangutan dan dua anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara alami di habitat baru yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....