Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Program Ketahanan Pangan Warga Binaan

  • 02 Mar 2026 14:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian, perikanan, dan penghijauan di lingkungan lapas sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Lapas Narkotika Samarinda Jaka Prihatin menyebutkan bahwa kegiatan ketahanan pangan melibatkan warga binaan melalui berbagai sarana pembinaan produktif. Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain kangkung, sawi, dan terong yang digunakan sebagai bahan tambahan menu makanan warga binaan.

“Sayuran seperti kangkung, sawi, dan terong sudah rutin ditanam dan juga bekerja sama dengan vendor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan warga binaan,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Selain pertanian sayuran, lapas juga mengembangkan program penghijauan dengan menanam sekitar 470 pohon kelapa di area kanan dan kiri lingkungan lapas. Program ini diharapkan menjadi bagian sarana asimilasi edukasi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.

Pengembangan ketahanan pangan di lapas juga mencakup sistem budidaya modern, seperti hidroponik, aquaponik, dan sistem perikanan konvensional serta Recirculating Aquaculture System (RAS). Hasil budidaya sebagian digunakan untuk kebutuhan internal, sementara sisanya dapat dipasarkan atau dipamerkan dalam kegiatan tertentu.

Menurutnya, partisipasi warga binaan dalam kegiatan ketahanan pangan cukup tinggi. Namun, kegiatan di luar tembok lapas tetap dibatasi demi menjaga keamanan dan mematuhi standar operasional prosedur.

“Antusias warga binaan cukup tinggi. Sekitar 50 persen dapat mengikuti kegiatan positif di dalam lapas, tetapi yang di luar lapas dibatasi sekitar 10 sampai 15 orang demi keamanan,” katanya.

Saat ini lapas menampung sekitar 995 warga binaan dengan dukungan 126 personel pengamanan, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 150 hingga 185 petugas untuk menjaga efektivitas pengawasan.

Program ketahanan pangan ini diharapkan tidak hanya mendukung ketersediaan makanan di dalam lapas, tetapi juga memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal setelah bebas nanti.

Pihak lapas juga berharap warga binaan dapat menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalankan ibadah dan kegiatan pembinaan, termasuk menjelang potensi pemberian remisi pada momentum hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....