DKP Kaltim Perkuat Budidaya Ikan Jaga Ketahanan Pasokan Laut

  • 24 Feb 2026 10:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda Ketahanan pasokan bahan baku laut menjadi fondasi utama dalam pengembangan industri perikanan di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah terus memperkuat sektor budidaya sebagai strategi menjaga stabilitas produksi hasil laut, terutama untuk mendukung industri pengolahan dan kuliner lokal.

Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irma Listyawati, menyatakan bahwa hilirisasi perikanan harus dimulai dari penguatan produksi hulu. Menurutnya, ketergantungan pada hasil tangkapan laut saja tidak cukup untuk menjamin kontinuitas bahan baku industri.

“Budidaya perikanan menjadi solusi agar produksi ikan tetap tersedia sepanjang waktu. Tanpa kontinuitas pasokan, industri pengolahan dan kuliner akan kesulitan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Irma kepada rri.co.id, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan budidaya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas hasil panen. Pemerintah mendorong penerapan teknologi sederhana hingga semi modern agar pembudidaya mampu meningkatkan efisiensi usaha.

Penguatan kelompok pembudidaya ikan menjadi salah satu fokus program daerah. Pembinaan dilakukan melalui kelompok usaha bersama serta kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan guna memperluas jaringan distribusi bahan baku.

“Pelaku usaha budidaya perlu didukung dengan pelatihan teknis dan pendampingan lapangan. Tujuannya agar hasil produksi memiliki standar mutu yang dapat diterima pasar,” katanya.

Data produksi perikanan budidaya di Kalimantan Timur menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Produksi budidaya tercatat mencapai sekitar ratusan ribu ton dengan proyeksi peningkatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan industri hilir.

Target pemerintah daerah pada 2026 adalah meningkatkan produksi budidaya menjadi sekitar 258.000 ton. Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan benih, penyediaan pakan, serta penguatan sarana produksi bagi masyarakat pembudidaya.

Selain produksi, aspek distribusi juga menjadi perhatian. Tantangan geografis wilayah Kalimantan Timur menuntut sistem logistik yang mampu menjaga kesegaran hasil laut hingga sampai ke pelaku usaha kuliner dan pasar konsumen.

Pengembangan sektor perikanan budidaya juga diproyeksikan mendukung kebutuhan pangan di kawasan strategis Ibu Kota Nusantara. Kehadiran pusat pemerintahan baru diperkirakan meningkatkan permintaan produk perikanan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sektor jasa makanan.

Irma menegaskan bahwa hilirisasi perikanan harus berjalan sebagai satu sistem ekonomi yang terintegrasi. Mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran, seluruh rantai usaha diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingin sektor perikanan tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah yang berdaya saing,” ucapnya

Penguatan budidaya ikan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekspor produk perikanan Kalimantan Timur di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....