Halo RRI: Dishub Tanggapi Kritik Warga soal Rencana Portal Flyover Juanda

  • 23 Feb 2026 10:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rencana pemasangan portal pembatas ketinggian di Jalan Layang Juanda atau Flyover Air Hitam menuai pertanyaan dari sejumlah warga. Salah satunya disampaikan Suwandi, warga Bengkuring, Samarinda, yang mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut.

Melalui Dialog Halo RRI, Jumat, 20 Februari 2026, ia menilai, sejak awal flyover dibangun untuk memecah arus lalu lintas, sehingga rencana pembatasan kendaraan dengan portal perlu dikaji secara matang dan dikonsultasikan terlebih dahulu. Sebab, menurutnya pembatasan kendaraan justru berpotensi menyebabkan kemacetan di titik lain.

"Kalau memang untuk memecah arus, sebaiknya konsultasikan dulu dengan masyarakat atau pengamat lalu lintas, bukan langsung diberlakukan tanpa kajian,” ujarnya, dikutip dari rri.co.id, Jumat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan usulan pemasangan portal bukan tanpa alasan. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas kecelakaan antara truk tangki minyak dan sepeda motor yang menewaskan seorang ibu dan anak beberapa waktu lalu.

Pasalnya, rambu-rambu yang terpasang selama ini tidak pernah diindahkan oleh pengendara, terutama pengemudi kendaraan bertonase besar.

"Rambu-rambu sebenarnya sudah ada, baik di Jalan Juanda maupun di flyover. Namun dalam kasus kecelakaan kemarin, tapi ternyata dari pelaku pengguna jalan yang melanggar. Nah, akhirnya kami berinisiatif membuat portal," ujar Manalu saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, pemasangan portal saat ini masih dalam tahap pengusulan kepada Pemerintah Kota. Meski begitu, realisasinya akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah pada tahun anggaran 2026.

"Sekali lagi kita mengusulkan kegiatan proyek-proyek fisik atau program-program fisik itu harus melihat ke kondisi keuangan daerah," kata dia, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....