Proyek Penghubung Pasar Pagi dan Masjid Raya Samarinda Dilanjutkan
- 22 Feb 2026 18:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dalam agenda penataan kawasan pusat kota setelah rampungnya revitalisasi Masjid Raya Darussalam akan kembali dilanjutkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Selain bangunan masjid, pembenahan ini akan diperluas disekitarnya untuk membentuk kawasan yang terintegrasi antara fungsi keagamaan, sosial, dan ekonomi.
Langkah konkret yang segera direalisasikan adalah pembangunan jalan penghubung antara kawasan Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menerangkan pekerjaan fisik jalan penghubung direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026 ini.
Menurutnya, Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam sejak awal telah dirancang dalam satu kerangka penataan ruang terpadu, sehingga konektivitas di antara keduanya menjadi prioritas pemerintah daerah.
"Pembangunan akses ini sedang kami matangkan. Pasar Pagi dan Masjid Raya memang dirancang sebagai satu kesatuan dalam konsep tata ruang kota, sehingga perlu dihubungkan secara langsung dan representatif," kata Andi Harun.
Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah. Namun, Pemkot memastikan setiap tahapan tetap berjalan berkesinambungan dari tahun ke tahun agar target konektivitas tidak mengalami keterlambatan.
Andi Harun menargetkan keseluruhan jalur penghubung dari Pasar Pagi hingga Masjid Raya Darussalam dapat tersambung sepenuhnya paling lambat pada 2029. Pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada koridor utama menuju masjid, sebelum dilanjutkan ke ruas-ruas berikutnya.
Setelah koridor utama rampung, pengembangan akan diperluas ke segmen lain, termasuk kawasan Citra Niaga yang juga menjadi bagian penting dari pusat aktivitas kota. Selain pembangunan akses jalan, Pemkot Samarinda turut melanjutkan penataan kawasan Teras Samarinda II yang berada di depan area tersebut.
Pembenahan dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur pendukung. Salah satu fokus utama adalah perbaikan sistem drainase di sekitar Masjid Raya Darussalam.
Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, serta nyaman bagi jamaah dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pusat kota.
"Penataan ini tidak hanya menyentuh satu atau dua bangunan saja, tetapi keseluruhan kawasan. Termasuk pembenahan dan penutupan drainase di sekitar masjid agar tata ruang lebih rapi dan mendukung kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....