BKOW Kaltim Buktikan Perempuan Mampu Memimpin dan Berprestasi

  • 18 Feb 2026 20:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah masih adanya stigma bahwa perempuan kurang layak menjadi pemimpin lantaran dianggap terlalu emosional, kurang rasional, dan tidak tegas, sejumlah tokoh di Kalimantan Timur (Kaltim) justru menunjukkan hal sebaliknya. Melalui pengalaman dan kiprah mereka, perempuan membuktikan mampu memimpin dengan baik, tegas, sekaligus penuh tanggung jawab.

Salah satunya seperti Wakil Ketua III Badan Kerjasama Organisasi Kalimantan Timur (BKOW) Kaltim, Meiliana, yang sudah berkecimpung di pemerintahan selama lebih dari 40 tahun. Selama mengabdi, dirinya pernah menjabat sebagai PLH Gubernur Kaltim, PJ Wali Kota Samarinda, PJ Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Kepala Pusat Kajian dan Pelatihan dan Pendidikan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, hingga Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kaltim.

Menurutnya, kemampuannya bertanggung jawab dalam mengemban amanah yang besar lahir dari lingkungan keluarga, khususnya sang ibunda.

"Kalau dikatakan pemimpin perempuan itu kacau, saya tidak setuju. Ibu saya punya sembilan anak, tapi bisa mendidik semuanya dengan baik. Jadi tidak benar kalau perempuan memimpin itu kacau,” ujarnya, dalam Dialog Interaktif "Halo Kaltim" RRI Samarinda, Selasa, 17 Februari 2026.

Sosok pemimipin perempuan inspiratif lainnya datang dari Wakil Ketua II BKOW Kaltim, Padilah Mante Runa, yang memiliki pengalaman panjang memimpin sejumlah instansi di Kalimantan Timur. Padilah pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Ketua Satgas Percepatan Penanganan Stunting di Kalimantan Timur, hingga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Timur. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai prestasi berhasil diraih.

"Empat tahun berturut-turut juara satu kebersihan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kaltim saat menjabat di RSJD. Juara satu realisasi anggaran 3 tahun berturut-turut,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan untuk dibanggakan secara pribadi, melainkan sebagai bukti bahwa perempuan mampu memimpin secara profesional dan berorientasi pada hasil. Perempuan tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....