Rayakan HUT Ke-3, MASATA Bontang Dorong Semangat Kolaborasi
- 17 Feb 2026 11:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dewan Pengurus Cabang MASATA Kota Bontang resmi menginjak usia ke-3 pada 9 Februari 2026. Momentum tersebut dirayakan melalui rangkaian kegiatan sosial dan budaya yang mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, di area parkir belakang Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Kota Bontang.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Spirit Bessai Berinta, Spirit Bontang Berbenah”. Tema tersebut menegaskan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol semangat bersama untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi sosial berupa penyerahan bantuan ke Panti Jompo Al Maqfiroh di jalan poros Bontang–Sangatta. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan Tabligh Akbar sekaligus bentuk kepedulian MASATA terhadap masyarakat.
Selain itu, panitia juga menggelar seremoni syukuran dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir dalam menggerakkan kesadaran wisata di Bontang.
Dukungan terhadap seni dan budaya turut mewarnai peringatan HUT ke-3 ini. MASATA menyerahkan bantuan peralatan seni Jaranan kepada grup Rogo Suro Wijoyo. Bantuan tersebut merupakan aspirasi Hetifah Sjaefudian melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang difasilitasi oleh MASATA Bontang.
Acara puncak yang dimulai pukul 20.00 WITA menghadirkan pementasan atraksi Kuda Lumping oleh Rogo Suro Wijoyo. Penampilan ini menjadi salah satu yang paling dinantikan masyarakat karena grup tersebut dikenal aktif melestarikan seni tradisional dan pernah mendapat apresiasi dalam kunjungan kerja kementerian dan DPR RI.
Ketua DPC MASATA Kota Bontang, Eko Satrya, menegaskan semangat kebersamaan menjadi pesan utama dalam peringatan tahun ini. “Bessai Berinta berarti mendayung bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbenah secara proaktif, menggabungkan potensi yang ada tanpa egosentris untuk hasil yang lebih efisien dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Eko, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, sektor industri, hingga pelaku UMKM dan organisasi masyarakat. Ia menilai sinergi pentahelix menjadi kunci dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Eko menyampaikan komitmen MASATA untuk terus mengembangkan program wisata berbasis edukasi, khususnya wisata industri, serta penguatan sumber daya manusia. “Ke depan, kami ingin memperkuat nilai Sapta Pesona dan menjadikan kolaborasi sebagai fondasi, agar Bontang semakin dikenal sebagai kota industri dan jasa yang unggul sekaligus memiliki daya tarik wisata,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....