Viral Video MBG Kelapa Muda, SPPG Gas Alam I Muara Badak Klarifikasi

  • 16 Feb 2026 11:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Muara Badak - Viral di media sosial, video berdurasi 17 detik yang memperlihatkan pembagian kelapa muda kepada siswa SDN 001 Muara Badak memicu polemik publik. Tayangan yang beredar sejak Jumat, 13 Februari 2026, membuat warganet menilai Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa hanya berupa kelapa muda.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu akhirnya angkat bicara. Kepala SPPG, Abdi Nolima, menegaskan anggapan itu tidak benar karena video yang beredar hanya menampilkan sebagian kecil dari keseluruhan paket makanan.

“Video yang beredar tidak menunjukkan seluruh paket makanan yang kami distribusikan. Informasi yang diterima publik jadi tidak utuh dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendistribusian MBG berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 di dapur SPPG Gas Alam Badak Satu, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada hari itu, pihak dapur menyiapkan dua jenis menu bagi para siswa.

Menu pertama berupa paket ringan yang berisi kelapa muda, roti abon, telur rebus, dan susu. Sementara menu kedua merupakan makanan utama atau menu basah yang terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, serta buah semangka.

Menurut Abdi, video tersebut awalnya diunggah pihak sekolah sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus menunjukkan antusiasme siswa saat pembagian makanan. Namun karena hanya memperlihatkan momen pembagian kelapa muda, publik mengira itulah satu-satunya menu yang diberikan.

“Kelapa muda memang bukan menu yang umum dalam program MBG. Jadi ketika hanya itu yang terlihat, muncul berbagai spekulasi,” katanya.

Ia mengakui minimnya penjelasan dalam unggahan turut memperkeruh situasi. Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur atas kegaduhan yang terjadi.

“Kami memohon maaf atas polemik ini. Ke depan kami akan melakukan evaluasi perencanaan menu serta lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.

SPPG berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan persepsi publik sekaligus memberi gambaran utuh mengenai pelaksanaan program MBG di Muara Badak, sehingga fokus utama pemenuhan gizi siswa tetap terjaga.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....