Pemuda Tani Kaltim Didorong Percepat Swasembada Pangan
- 14 Feb 2026 20:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, menegaskan pentingnya kolaborasi pemuda tani dalam mewujudkan swasembada pangan daerah, khususnya di Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan DPD Pemuda Tani Indonesia Kalimantan Timur bertajuk AGRO LEADERS SUMMIT – Rakor dan Rakerda II dengan tema Green Agro Movement: Menyongsong Ekonomi Hijau Pangan Kaltim. Kegiatan digelar di Gedung Pusdiklat Dispora Kaltim, Samarinda, Jumat 13 Februari 2026.
Fahmi menyampaikan bahwa Kalimantan Timur masih membutuhkan tambahan areal tanam guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan daerah. Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah melaksanakan optimalisasi lahan seluas 13.900 hektare dengan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam.
Program tersebut diperkuat dengan pembentukan 70 Brigade Pangan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kelembagaan petani di daerah.
Lebih lanjut, pada tahun 2026 Pemprov Kaltim mengusulkan program cetak sawah seluas 14.824 hektare guna menambah luas lahan baku sawah. Program ini diharapkan turut diiringi pembentukan Brigade Pangan baru sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan.
Fahmi menekankan, melalui pertemuan ini Pemuda Tani Indonesia di Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung swasembada pangan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan melahirkan petani muda yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian daerah.
Ia juga menegaskan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta para pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Kalimantan Timur.
“Pemuda tani harus hadir sebagai motor penggerak perubahan, sekaligus menjadi pelaku utama dalam transformasi pertanian menuju ekonomi hijau,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....