Kementan RI Soroti 13 Ribu Hektare Sawah di Kaltim Belum Produktif
- 14 Feb 2026 16:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara - Potensi lahan sawah di Kalimantan Timur (Kaltim) masih belum dimanfaatkan secara optimal. Dari total sekitar 46 ribu hektare lahan sawah, baru sekitar 33 ribu hektare yang aktif ditanami. Hal itu menjadi sorotan Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), Liferdi Lukman.
Ia menilai, dengan potensi sawah yang begitu luas, seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan di daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal. Meski, di sisi lain Liferdi juga mengapresiasi hasil panen beras di Kaltim yang meningkat mencapai 185 ribu ton.
"Ini meningkat berkat program presiden seperti optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah. Kami mengimbau, dengan bahan baku sawah yang banyak harus dimaksimalkan. Kalau butuh rehab, kita punya program rehabilitasi sawah," ujar Liferdi, dalam sambutannya pada acara pengukuhan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis 12 Februari 2026.
Menanggapi sorotan tersebut, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, membenarkan sebagian lahan sawah di Benua Etam belum termanfaatkan secara optimal.
Seno menjelaskan, hal itu karena sebanyak 13 ribu hektare sawah yang belum aktif merupakan daerah bera atau sawah yang sudah lama tidak diolah sejak jangka waktu lama. Oleh karenanya, perlu dilakukan oplah ulang.
"Daerah bera itu daerah yang tidak bisa dimanfaatkan dan itu beranya berat sekali. Maka, membutuhkan biaya tambahan untuk menjadikan sawah yang produktif," kata Seno Aji.
Ia menyebut, biaya pengolahan lahan bera jauh lebih besar dibandingkan lahan biasa. Jika pengolahan normal berkisar Rp3–4 juta, lahan bera bisa membutuhkan anggaran hingga Rp15–20 juta.
Namun, Seno mengaku telah berkoordinasi dengan Kementan RI terkait hal ini dan berkomitmen akan segera melakukan oplah di 13 ribu hektare lahan sawah bera.
"Kita sudah minta Kementerian Pertanian untuk menambah nilainya. Ternyata disetujui, minggu depan kita akan rapat koordinasi (rakor) lagi untuk memastikan berapa jumlah yang bisa kita segera realisasikan,” ucapnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui optimalisasi lahan dan dukungan anggaran dari pusat, potensi 46 ribu hektare sawah di Kaltim dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....