Kolaborasi Baru Warnai Persiapan Job Fair Bontang 2026
- 09 Feb 2026 17:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Rencana penyelenggaraan Job Fair Kota Bontang pada pertengahan tahun 2026 mendapat sentuhan baru melalui kolaborasi antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan Masyarakat Sadar Wisata (Masata). Kegiatan yang diperkirakan berlangsung pada Juni atau Juli tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang bursa kerja, tetapi juga menghadirkan konsep yang lebih kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi perekonomian daerah.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan, pelibatan Masata bertujuan memperkaya konsep kegiatan. Job fair tahun ini dirancang tidak sebatas mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, melainkan juga menghadirkan unsur ekonomi kreatif, kompetisi, serta hiburan yang dapat menarik minat masyarakat.
Menurut Lukmanul, penyelenggaraan sebelumnya telah menghadirkan lomba dan penampilan seni, namun pada tahun ini pihaknya mendorong Masata untuk menghadirkan konsep yang lebih segar. Ia optimistis pendekatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperluas dampak kegiatan.
Secara teknis, area pintu masuk utama dan sebagian ruang luar akan menjadi titik kegiatan utama, sementara area parkir tetap difungsikan sebagaimana mestinya. Disnaker juga berencana melibatkan lembaga pelatihan kerja (LPK) serta pelaku UMKM lokal agar kegiatan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.
Sebanyak sekitar 35 stan disiapkan di area utama untuk perusahaan peserta. Sementara stan lainnya akan dikelola oleh Masata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah yang membidangi ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM.
Ketua DPC Masata Bontang, Eko Satrya, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Disnaker untuk terlibat sebagai mitra pelaksana. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi peluang untuk menghadirkan konsep job fair yang lebih hidup dan memberi ruang bagi sektor kreatif lokal.
“Kami ingin menghadirkan job fair yang tidak hanya menjadi tempat mencari kerja, tetapi juga ruang interaksi, promosi, dan inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif serta UMKM di Bontang,” ujar Eko Satrya.
Ia menambahkan, Masata akan berupaya mengemas kegiatan dengan pendekatan yang menarik bagi generasi muda, termasuk menghadirkan aktivitas kreatif dan hiburan yang tetap relevan dengan tujuan utama kegiatan, yakni memperluas kesempatan kerja.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi pengalaman baru bagi pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pencari kerja, tetapi juga pelaku usaha lokal,” ucap Eko lebih lanjut.
Disnaker Bontang juga berharap jumlah lowongan kerja yang tersedia pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 310 lowongan. Harapan tersebut sejalan dengan perkembangan sektor industri di Bontang, termasuk adanya perusahaan besar yang sedang dalam tahap pembangunan dan berpotensi menyerap tenaga kerja baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....