IKN Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Kemitraan Daerah
- 09 Feb 2026 12:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hijau, berketahanan, dan berkelanjutan. Konsep tersebut diwujudkan melalui pengaturan ruang yang menempatkan hutan, pangan, dan kawasan perkotaan secara seimbang.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, kepada rri.co.id mengatakan, dalam rencana tata ruang IKN, 65 persen wilayah dialokasikan sebagai kawasan hutan hujan tropis melalui reforestasi, 10 persen area produksi pangan, dan 25 persen kawasan perkotaan. Kebijakan itu dirancang untuk menjaga keseimbangan ekologi sekaligus mendukung kebutuhan penduduk.
Myrna menegaskan, alokasi 10 persen untuk produksi pangan bukan berarti IKN menargetkan kemandirian penuh. “Saya kira enggak mungkin kita bisa berbicara mandiri pangan, karena area yang dialokasikan hanya 10 persen. Tetapi di balik itu, keberadaan IKN memang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan IKN akan dilakukan melalui kemitraan dengan daerah-daerah mitra. IKN diposisikan sebagai pusat ekonomi yang membuka peluang pasar bagi produk pertanian dari wilayah lain di Indonesia, khususnya kawasan Indonesia tengah dan timur.
“Keberadaan IKN akan menjadi ekonomi hub dengan klaster industri pertanian berkelanjutan, sekaligus menjadi pasar bagi produk pertanian dari daerah mitra,” ucapnya.
Ia menilai, jika seluruh kebutuhan pangan dipenuhi sendiri oleh IKN, maka peluang pertumbuhan ekonomi daerah sekitar justru berkurang. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dipilih agar pembangunan IKN juga mendorong pemerataan ekonomi nasional.
“Justru ketika pangan disiapkan seluruhnya oleh IKN, itu tidak memberi peluang ekonomi bagi daerah-daerah mitra. Karena itu kemitraan sektor pangan dan pertanian menjadi sangat penting,” katanya.
Selain itu, praktik pertanian yang diterapkan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Sistem pangan dirancang selaras dengan upaya menjaga ekosistem serta mendukung pembangunan rendah emisi karbon.
Ia menambahkan, konsep kota hijau yang menempatkan hutan, pangan, dan kawasan perkotaan dalam satu kesatuan diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah sekaligus menjadikan IKN sebagai contoh kota berkelanjutan di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....