Politani Samarinda Siapkan Transformasi Menuju Nama Baru

  • 09 Feb 2026 11:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menyiapkan transformasi kelembagaan melalui perubahan nama menjadi universitas. Langkah ini dibahas dalam rapat senat dan melibatkan civitas akademika serta alumni sebagai bagian dari proses penentuan identitas baru kampus.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Hamka menjelaskan, perubahan nama merupakan bagian dari upaya memperluas peran kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Transformasi tersebut juga dinilai penting agar institusi tidak hanya dikenal sebagai kampus berbasis pertanian.

Ia mengatakan, semangat perubahan sebenarnya telah dirancang sejak lama seiring pertumbuhan institusi yang semakin besar. Kampus ingin membuka ruang bagi berbagai disiplin ilmu baru tanpa meninggalkan akar pendidikan vokasi.

“Semangat kami untuk berubah sudah lama, karena kampus ini tidak hanya bergerak di pertanian, tetapi membuka banyak bidang ilmu agar bisa berkembang lebih besar,” ujarnya kepada rri.co.id Senin 9 Februari 2026.

Dari hasil rapat senat, terdapat sepuluh usulan nama yang kemudian mengerucut menjadi tiga pilihan. Ketiga nama tersebut dipertimbangkan melalui proses polling yang melibatkan civitas akademika dan alumni sebagai bentuk partisipasi bersama.

Setelah melalui proses pemilihan, nama Universitas Politeknik Nusantara menjadi yang paling banyak mendapat dukungan.

Hamka menuturkan, nama tersebut diharapkan menjadi identitas baru yang mampu memperkuat posisi kampus di tingkat nasional. Selain itu, perubahan nama juga menjadi bagian dari strategi pengembangan kelembagaan menuju universitas berbasis vokasi yang unggul dan relevan.

“Kami berharap nama Universitas Politeknik Nusantara dapat menjadi brand baru dan mendapat restu dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi,” katanya.

Transformasi kelembagaan ini tidak hanya menyasar perubahan nama, tetapi juga penguatan program studi lintas disiplin serta pengembangan riset terapan. Kampus diarahkan tetap adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah, terutama di Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....