Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut Sungai Kandilo Ditemukan
- 07 Feb 2026 19:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser melaporkan korban hanyut terseret arus Sungai Kandilo di Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama tiga hari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita. Korban diketahui bernama Saipullah, kelahiran Tabalong 14 Desember 2005, warga Desa Jaro RT 015, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Kepala Pusat Pengendali Operasi BPBD Kabupaten Paser menjelaskan kejadian bermula saat korban bersama rekan-rekannya berangkat menuju lokasi kerja di kawasan Hutan Lindung Desa Busui untuk melakukan penanaman bibit pohon meranti.
Sekitar pukul 11.00 Wita, korban bersama saksi hendak kembali ke mess dan nekat menyeberangi Sungai Kandilo dengan cara berenang tanpa menunggu perahu yang sudah disediakan.
Saksi bernama Sahradi menuturkan, saat berada di tengah sungai, arus deras membuat korban dan dirinya terpisah. Ia sempat melihat korban mengangkat tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hanyut terbawa arus sungai, katanya.
Upaya pencarian hari pertama hingga hari kedua belum membuahkan hasil. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Paser, Basarnas Balikpapan, BPBD Kabupaten Tabalong, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat melakukan penyisiran sungai dengan radius hingga tiga kilometer.
Memasuki hari ketiga pencarian, Sabtu, 7 Februari 2026, tim kembali melakukan briefing dan doa bersama sebelum menyisir aliran Sungai Kandilo dengan radius sekitar empat kilometer, ujar salah satu anggota tim gabungan.
“Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita, kurang lebih satu kilometer dari titik awal kejadian, dalam kondisi meninggal dunia,” ucapnya.
Petugas mengevakuasi korban menggunakan kantong jenazah dan membawanya ke titik kumpul. Atas permintaan keluarga, korban tidak dilakukan otopsi dan langsung dibawa ke rumah duka di Desa Jaro, Kabupaten Tabalong.
BPBD Kabupaten Paser mengungkapkan pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus sungai yang deras, banyaknya kayu dan ranting di aliran sungai, jarak tempuh ke lokasi sekitar 75 kilometer, serta keterbatasan jaringan seluler.
Dengan ditemukannya korban, tim gabungan secara resmi menutup operasi pencarian dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....