Hari Kedua Pencarian Korban Hanyut Sungai Kandilo Masih Nihil

  • 07 Feb 2026 01:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser melaporkan seorang pekerja bernama Saipullah dilaporkan hanyut terseret arus Sungai Kandilo, RT 01 Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis 5 Februari 2026 pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita saat korban bersama saksi hendak kembali ke mess usai melakukan aktivitas penanaman bibit pohon meranti di kawasan Hutan Lindung Desa Busui. Korban diduga menyeberangi sungai dengan cara berenang tanpa menunggu perahu yang telah disediakan, sehingga terseret arus sungai yang deras.

Kepala Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Paser melalui Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono menjelaskan, "korban atas nama Saipullah, kelahiran Tabalong 14 Desember 2005, merupakan pekerja PT Agro City Kaltim yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur", ujarnya.

"Berdasarkan keterangan saksi bernama Sahradi, saat itu ia dan korban berenang menyeberangi Sungai Kandilo. Di tengah sungai, arus semakin kuat hingga keduanya terpisah. Saksi sempat melihat korban mengangkat tangan meminta tolong sebelum akhirnya tenggelam", katanya.

Setelah berhasil mencapai daratan, saksi langsung meminta bantuan kepada rekan kerja lainnya, yakni Didi dan Soni, untuk melaporkan kejadian tersebut dan melakukan upaya pertolongan awal.

BPBD Kabupaten Paser bersama unsur tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian pada hari pertama, namun hingga sore hari korban belum ditemukan. Hasil pencarian sementara dilaporkan masih nihil.

Memasuki hari kedua pencarian, Jumat 6 Februari 2026, tim gabungan kembali melanjutkan operasi dimulai pukul 07.00 Wita dengan briefing dan doa bersama. Penyisiran dilakukan menggunakan dua perahu fiber milik BPBD Paser, satu perahu karet Basarnas Balikpapan, serta tujuh ketinting milik masyarakat dengan radius pencarian mencapai tiga kilometer.

Sekitar pukul 14.00 Wita, bantuan personel dari BPBD Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sebanyak enam orang beserta satu unit perahu fiber tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam operasi pencarian.

Namun hingga pukul 17.30 Wita, pencarian kembali dihentikan sementara dengan hasil masih nihil. Tim gabungan melakukan evaluasi dan memutuskan pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu 7 Februari 2026 pukul 07.00 Wita.

Sejumlah kendala dihadapi tim di lapangan, di antaranya arus sungai yang deras, banyaknya kayu dan batu di sepanjang aliran sungai, jarak tempuh menuju lokasi sekitar 75 kilometer, serta keterbatasan jaringan seluler.

Pihak BPBD memastikan keluarga korban telah dihubungi oleh penanggung jawab perusahaan dan seluruh unsur tim gabungan akan terus melakukan upaya maksimal hingga korban ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....