Pedagang Pasar Pagi Minta Kepastian Lapak Jelang Ramadan

  • 03 Feb 2026 21:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pedagang penyewa Pasar Pagi Samarinda meminta kepastian penempatan lapak pasca revitalisasi menjelang bulan Ramadan. Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat atau hearing bersama Komisi II DPRD Kota Samarinda, di Ruang Rapat Utama Lantai 2 DPRD Samarinda, Selasa 3 Februari 2026.

Audiensi ini digelar karena pedagang hingga kini belum memperoleh kejelasan terkait penempatan kios tahap kedua setelah proses revitalisasi Pasar Pagi. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran, mengingat Ramadan menjadi momentum penting untuk meningkatkan aktivitas dan omzet perdagangan.

Salah satu perwakilan pedagang, Jumrani Aidil yang akrab disapa Aby, mengatakan pedagang berharap dapat menempati lapak sesuai kebutuhan seperti sebelum direlokasi. Meski demikian, pedagang tetap memahami adanya kebijakan dan keterbatasan dari pemerintah daerah.

“Harapannya sesuai kebutuhan kami sebelumnya. Kalau dikabulkan Alhamdulillah, kalaupun dikurangi juga Alhamdulillah, yang penting ada kepastian,” ujar Aby.

Ia menjelaskan, jumlah lapak yang disewa pedagang bervariasi, mulai dari satu hingga enam lapak, tergantung jenis usaha yang dijalankan. Menurutnya, pedagang konveksi menjadi salah satu kelompok terbesar karena Segiri Grosir dikenal sebagai sentra perdagangan konveksi.

Perwakilan penyewa pedagang Pasar Pagi Samarinda, Jumrani Aidil. (Foto: RRI/NK)

Aby menyebut, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari Dinas Perdagangan Kota Samarinda terkait kelanjutan penempatan kios tahap kedua. Ketidakjelasan tersebut membuat pedagang merasa bingung dalam mempersiapkan usaha, terutama menjelang bulan puasa.

“Belum ada informasi yang valid dari dinas. Teman-teman jadi bingung, padahal bulan puasa ini momen jualan,” katanya.

Ia menambahkan, para pedagang masih aktif berjualan di Pasar Segiri Grosir dan tetap membayar retribusi sewa, meskipun subsidi sewa dari pemerintah telah berakhir sejak Januari 2025.

“Masih bayar sewa, mau tidak mau. Kios ada yang Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta per bulan, tergantung lapaknya,” ucapnya.

Berdasarkan data pedagang, jumlah penyewa aktif yang diwakili dalam audiensi ini sekitar 179 orang di Pasar Segiri Grosir. Sementara itu, data keseluruhan versi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) mencatat terdapat sekitar 272 penyewa, termasuk yang berada di kawasan Pasar Sungai Dama.

Para pedagang berharap melalui fasilitasi DPRD Kota Samarinda, proses pembukaan dan penempatan kios tahap kedua dapat segera dipercepat. Pedagang menginginkan kepastian agar aktivitas perdagangan tidak tertunda hingga setelah Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....