Katana Jadi Langkah Strategis Hadapi Bencana
- 03 Feb 2026 14:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan. Hal ini disampaikan Lurah Sengkotek, May Fadly, dalam dialog program Kentongan RRI Pro 1 Samarinda yang membahas penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas.
May Fadly mengatakan, program Katana tidak seharusnya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, keberadaan Katana justru memiliki peran penting dalam memperkuat struktur mitigasi bencana agar lebih fungsional dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kalau dibilang hanya formalitas, sebenarnya kegiatan Katana ini sangat baik dan bermanfaat,” ujar May Fadly kepada RRI, dilansir Selasa 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sebelum adanya Katana, aktivitas kebencanaan di masyarakat lebih banyak dilakukan secara sukarela tanpa pengakuan resmi. Dengan adanya program ini, relawan kebencanaan di tingkat kelurahan kini memiliki legitimasi dan diakui oleh pemerintah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kegiatan yang dulu hanya aksi relawan, sekarang diakui oleh pemerintah,” ucapnya.
Pengakuan tersebut, lanjutnya, membuka peluang bagi kelurahan untuk mengusulkan dukungan sarana dan prasarana kebencanaan. Ia mencontohkan, relawan Katana di Sengkotek saat ini telah memiliki sejumlah peralatan dasar, seperti perahu dan perlengkapan penanggulangan bencana lainnya. “Walaupun belum selengkap milik BPBD atau pemadam kebakaran, setidaknya sudah memadai untuk ukuran kelurahan,” katanya.
Ia menambahkan, Katana juga menjadi wadah untuk merangkul relawan dari berbagai RT agar tidak terjadi sekat atau pengelompokan. Sebelumnya, relawan kerap identik dengan RT tertentu sehingga berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial. “Dengan Katana, kita berusaha merangkul semua relawan, bukan milik RT tertentu saja,” ujarnya.
Menurutnya, meski saat terjadi bencana para relawan selalu kompak, persoalan sering muncul saat penyaluran bantuan. Oleh karena itu, keberadaan Katana diharapkan dapat menjadi solusi agar koordinasi lebih tertata dan transparan. “Memang tidak bisa menyenangkan semua orang, tapi paling tidak apa yang kita bangun bisa diterima bersama,” ucap May Fadly.
Selain itu, pengukuhan Katana juga diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan bencana. Relawan yang tergabung dalam Katana akan memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan terukur. “Dengan Katana, relawan memiliki standar dalam menghadapi bencana,” katanya.
May Fadli menjelaskan, relawan Katana akan lebih mudah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BPBD atau instansi terkait karena sudah terdata secara resmi. Hal ini membuat kemampuan dan pengetahuan mereka terus diperbarui. “Mereka jadi selalu terisi ilmunya karena terdaftar dan dipanggil saat ada pelatihan,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan program Keluarga Tangguh Bencana tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap risiko bencana. Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, relawan, dan warga, Kelurahan Sengkotek optimistis mampu menciptakan sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan dan berdaya guna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....