Tiongkok Dominasi Ekspor Kaltim 2025

  • 03 Feb 2026 06:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang periode Januari–Desember 2025. Nilai ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar US$6.637,93 juta atau setara 34,85 persen dari total ekspor Kaltim.

Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih mengatakan, posisi kedua negara tujuan ekspor ditempati India dengan nilai US$3.030,10 juta atau 15,91 persen. Sementara Filipina berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$1.552,22 juta atau 8,15 persen.

Ariyanti menambahkan, komoditas hasil tambang masih menjadi andalan utama ekspor Kaltim sepanjang 2025 dengan peranan mencapai 69,51 persen. Adapun hasil industri menyusul di posisi kedua dengan peranan sebesar 20,66 persen, sedangkan migas berada di urutan ketiga dengan kontribusi 9,72 persen.

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim, Vivi Azwar ucap, nilai ekspor Provinsi Kaltim pada Desember 2025 tercatat sebesar US$2.305,59 juta. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 36,77 persen dibandingkan November 2025.

Vivi menjelaskan, ekspor migas pada Desember 2025 tercatat sebesar US$264,91 juta atau naik 109,78 persen dibandingkan November 2025. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$2.040,68 juta atau meningkat 30,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Desember 2025 terhadap November 2025 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik sebesar US$293,54 juta atau 246,24 persen,” ujar Vivi.

Namun demikian, Vivi menyebut penurunan terdalam terjadi pada golongan berbagai produk kimia yang turun sebesar US$15,31 juta atau 25,39 persen. Menurutnya, kenaikan nilai ekspor secara umum dipicu oleh meningkatnya nilai ekspor migas maupun nonmigas.

Ia memaparkan, peningkatan ekspor migas disumbang oleh naiknya ekspor hasil minyak dan gas. Nilai ekspor hasil minyak naik sebesar 75,70 persen dari US$42,23 juta pada November 2025 menjadi US$74,20 juta pada Desember 2025.

“Sementara nilai ekspor gas naik sebesar 126,90 persen dari US$84,05 juta pada November 2025 menjadi US$190,71 juta pada Desember 2025,” ujar Vivi.

Dari sisi pelabuhan, tiga pelabuhan dengan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor Kaltim pada Desember 2025 yakni Pelabuhan Balikpapan sebesar US$730,70 juta, Pelabuhan Samarinda US$418,74 juta, dan Pelabuhan Bonthan Bay US$361,96 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Kaltim selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar US$21.098,77 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 14,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....