PWNU Kaltim Ajak Syukuri Satu Abad NU
- 31 Jan 2026 13:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sepaku - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur, Fauzi A. Bahtar, mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk bersyukur atas kesempatan memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 yang digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam sambutannya, Fauzi mengatakan peringatan satu abad NU merupakan momentum bersejarah yang tidak semua generasi bisa rasakan. Ia menegaskan, kesempatan ini menjadi amanah besar bagi warga NU untuk menjaga dan melanjutkan nilai perjuangan para pendiri NU.
“Kita wajib bersyukur karena menjadi salah satu generasi yang diberi kesempatan memperingati satu abad Nahdlatul Ulama. Insyaallah, seratus tahun ke depan, tiga sampai empat generasi setelah kita akan kembali menyambut Harlah NU abad kedua,” kata Fauzi dalam sambutannya, Sabtu 31 Januari 2026.
Fauzi mengingatkan, Nahdlatul Ulama didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Menurutnya, peringatan Harlah NU tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum untuk menurunkan kembali semangat dan ruh perjuangan NU kepada generasi saat ini dan mendatang.
“Momentum ini untuk mengenang kembali proses berdirinya Nahdlatul Ulama, sekaligus menurunkan kembali semangat dan biroh kita pada nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para muassis dan ulama,” ujarnya.
Ia menyinggung sejarah Surabaya sebagai kota perjuangan dan kota pahlawan, tempat NU lahir dan tumbuh dalam semangat keislaman, kebangsaan, dan perjuangan. Nilai-nilai tersebut, kata Fauzi, kini dilanjutkan di IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
“Kalau Surabaya dikenal sebagai kota perjuangan dan kota pahlawan, maka IKN adalah kota masa depan. Semangat perjuangan itu harus terus kita rawat dalam konteks kekinian,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi juga menyampaikan pesan keikhlasan dalam berkhidmat di NU. Ia mengutip pesan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari bahwa siapa pun yang mau mengurus NU dianggap sebagai santri.
“Siapa yang mau mengurus NU dianggap menjadi santri. Dan siapa yang menjadi santriku, insyaallah akan kudoakan husnul khatimah bersama keluarganya,” katanya.
Selain itu, Fauzi mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan di kawasan IKN.
“Kami mengimbau kepada seluruh hadirin untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merokok, karena IKN adalah kawasan bebas asap rokok,” ujarnya.
Peringatan Harlah NU ke-100 di kawasan IKN menjadi simbol keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama dari masa ke masa. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran NU dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....