Pemancangan Fender Jembatan Mahakam I Dimulai

  • 30 Jan 2026 16:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pekerjaan fender Jembatan Mahakam I resmi dimulai dengan seremonial pemancangan pipa besi yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026 pagi. Kegiatan berlangsung di Workshop Proyek Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam, Jalan Untung Suropati, Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Proyek fender ini merupakan bentuk ganti rugi PT Mitra 7 Samudera setelah insiden tongkang yang menabrak pilar Jembatan Mahakam I pada 16 Februari 2025. Seluruh biaya proyek senilai kurang lebih Rp29 Miliar ditanggung oleh pihak penabrak melalui kontrak dengan perusahaan asuransi.

Project Manager Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam PT Naviri Multi Konstruksi, Dani Rosyandi, menyebut fender yang dipasang kali ini memiliki ukuran lebih besar dibanding fender sebelumnya. Struktur berbentuk bulat itu berdiameter delapan meter dan dipancang sedalam 60 meter pada 12 titik, mengikuti perhitungan dari perencana.

"Yang lama diameternya sekitar enam meter, sekarang kita perbesar jadi delapan meter. Kedalaman pancangnya 60 meter,” ujarnya.

Dani menjelaskan, posisi fender tetap berada di lokasi lama dan tidak mengganggu bentang pilar jembatan. Letaknya juga berada di luar alur pelayaran sehingga tidak menghambat lalu lintas kapal di Sungai Mahakam.

Selama pengerjaan, kondisi alam menjadi tantangan tersendiri. Arus sungai yang menguat saat air surut kerap menyulitkan pemindahan ponton ke titik pancang.

"Kadang kalau sudah air surut itu lebih kencang arusnya. Jadi kadang kendalanya kita di situ, memosisikan ponton. Kalau sudah kita mau geser ponton itu goyang," kata Dani.

Untuk memastikan proyek fender berjalan lancar, Dani mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan KSOP Samarinda dan Pelindo. Setiap aktivitas di perairan, termasuk pergerakan ponton, selalu dikomunikasikan lebih dulu.

Pekerjaan fender sendiri ditargetkan selesai dalam 180 hari atau sekitar April 2026. Seluruh material utama, kata Dani, sudah tersedia sehingga pekerjaan bisa berjalan sesuai rencana.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, usai melihat langsung pemancangan pipa besi proyek Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam I, Jumat, 30 Januari 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Sementara itu, proyek perbaikan fender ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Kalimantan Timur. Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menilai pelaksanaan proyek ini menjadi jawaban atas penantian panjang pasca-insiden tabrakan hampir setahun lalu.

Ia menyebut, proyek ini menjadi bukti tanggung jawab perusahaan penabrak dalam mengganti kerusakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

"Bukti perusahaan tersebut itu komitmen untuk melaksanakan ini. Kami mengapresiasi, karena kita mendapatkan informasi bahwa sekian lama itu tidak ada pergantian. Kami tidak ada negosiasi, tidak ada drama, yang penabrak wajib mengganti," kata Sabaruddin.

Ia pun menyoroti kejadian serupa yang baru-baru ini terjadi di Jembatan Mahulu. Kapal tongkang menabrak pilar jembatan hingga memaksa Dinas PUPR-PERA dan Dinas Perhubungan membatasi akses kendaraan yang hendak melintas, khususnya kendaraan roda enam ke atas.

Padahal, jembatan merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat Kalimantan Timur dan berkontribusi secara tidak langsung terhadap roda perekonomian.

"Aset-aset Pemerintah Kalimantan Timur harus dijaga kita semuanya. Ini kan roda ekonomi, jembatan ini adalah jantung kita untuk lalu lalang," kata Sabaruddin, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....