Pemajuan Kebudayaan di Kota Samarinda

  • 30 Jan 2026 13:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemajuan kebudayaan di Kota Samarinda menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan komitmen pemerintah daerah menjadikan Samarinda sebagai kota budaya. Hal ini disampaikan Ketua Program Studi S2 Kajian Budaya Universitas Mulawarman, Alamsyah, Ph.D, dalam program Pesona Budaya Borneo, siaran berjaringan Kornus 8 BanjarNusantaraya, Rabu (28 Januari 2026).

Menurut Alamsyah, konsep pemajuan kebudayaan di Samarinda dapat dilihat secara nyata melalui berbagai kebijakan dan ruang publik yang kini berwajah baru. Kehadiran Teras Samarinda, revitalisasi Citra Niaga, hingga berdirinya museum menjadi indikator bahwa kebudayaan tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dari pembangunan kota. Berbagai agenda seni dan festival budaya yang rutin digelar di ruang-ruang tersebut turut membuka akses hiburan sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat multikultural Samarinda.

Lebih lanjut, Alamsyah menilai kuliner sebagai salah satu potensi budaya paling khas dan berkembang pesat di Samarinda. Keberadaan pusat-pusat kuliner dan UMKM yang difasilitasi pemerintah memberi ruang bagi beragam etnis untuk menampilkan identitas budaya melalui makanan khas, seperti kuliner Kutai dan Banjar. Kondisi ini memperkuat citra Samarinda sebagai kota majemuk yang hidup dari keberagaman budaya.

Dari sisi akademik, Universitas Mulawarman melalui Program Studi S2 Kajian Budaya turut berperan aktif mendorong pemajuan kebudayaan, tidak hanya di Samarinda, tetapi juga di Kalimantan Timur secara umum. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pemangku kepentingan, termasuk mata kuliah pilihan seperti seni budaya dan cagar budaya. Kajian terhadap sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara juga menjadi perhatian penting sebagai upaya pelestarian warisan peradaban tertua di Nusantara.

Dalam menghadapi tantangan globalisasi, Alamsyah menegaskan bahwa perubahan budaya merupakan keniscayaan. Namun, ia menilai kekayaan budaya Indonesia justru menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki negara lain. Oleh karena itu, strategi pemajuan kebudayaan harus diarahkan pada pemberian ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berekspresi, melalui festival, lomba seni, workshop, hingga pembinaan sanggar budaya.

Meski demikian, Alamsyah mengingatkan perlunya dukungan kebijakan yang lebih holistik, terutama terkait regulasi dan pembiayaan. Ia menyoroti masih adanya hambatan ekonomi bagi anak-anak berbakat di bidang seni dan budaya, sehingga dukungan pemerintah diharapkan mampu menjamin akses yang setara tanpa beban biaya tambahan.

Alamsyah berharap pemajuan kebudayaan di Samarinda terus berkelanjutan dengan memperbanyak ruang aktualisasi budaya, seperti sanggar seni yang inklusif. Dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Samarinda diyakini mampu mewujudkan visinya sebagai kota berbudaya dan berperadaban di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....