Halo RRI: Kendaraan Berat Dilarang Lewat Jembatan Mahulu
- 30 Jan 2026 12:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kaltim - Jembatan Mahulu di Kota Samarinda resmi ditutup sementara bagi kendaraan berat setelah dalam kurun waktu kurang dari satu bulan mengalami tiga kali tabrakan dengan tongkang pengangkut batubara. Akibat kejadian itu, pihak berwenang memasang portal sejak Kamis, 29 Januari 2026 pukul 10.00 WITA untuk membatasi akses kendaraan besar demi menjaga keselamatan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yusliando, dalam program Halo RRI saat dikonfirmasi. Menurutnya, keputusan pembatasan ini diambil setelah koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian, Dinas Perhubungan Kota Samarinda, serta asosiasi pengusaha angkutan muatan.
“Melihat kondisi struktur jembatan saat ini dan riwayat kejadian tabrakan yang berulang, kami sepakat bahwa kendaraan berat tidak boleh melintas di Jembatan Mahulu untuk sementara waktu,” ujarnya, Jum’at 30 Januari 2026.
Meski demikian, Dishub memastikan arus logistik dan transportasi barang tetap difasilitasi melalui rekayasa lalu lintas. Dari empat jembatan yang ada di jalur tersebut, hanya dua jembatan yang dinyatakan aman dilalui kendaraan berat, yaitu Jembatan Mahulu yang kini dibatasi dan Jembatan Empat.
Dishub juga telah menyosialisasikan jalur alternatif kepada pengemudi truk dan pelaku usaha angkutan barang agar tidak terjadi antrean panjang atau kemacetan di sekitar lokasi.
“Kami terus memantau situasi dan akan melakukan evaluasi berkala bersama instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya,” katanya.
Masyarakat pengguna jalan diimbau mengikuti petunjuk kendaraan yang sudah dipasang oleh petugas di lapangan dan mematuhi batasan berat muatan demi keselamatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....