Uji Ulang Disiapkan, Jembatan Mahulu Masih Dibatasi

  • 29 Jan 2026 16:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kalimantan Timur menyiapkan pengujian ulang terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda. Langkah ini dilakukan menyusul insiden penabrakan kapal yang kembali terjadi untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kalimantan Timur, Muhammad Muhran, mengatakan pengujian lanjutan menjadi prioritas utama untuk memastikan kondisi struktur jembatan sebelum dibuka kembali bagi kendaraan bertonase besar.

“Setelah tabrakan yang ketiga ini, kami tidak berani mengambil risiko. Untuk sementara jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda empat ke bawah,” ucap Muhran, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, sebelum insiden terakhir, pihaknya telah melakukan uji dinamik dan Non-Destructive Test (NDT) terhadap struktur jembatan. Namun, terjadinya tabrakan kembali membuat seluruh hasil pengujian tersebut harus dievaluasi ulang.

“Kemarin sebenarnya hasil uji mau kami sampaikan. Tetapi karena jembatan kembali ditabrak, maka kami putuskan untuk melakukan uji ulang,” ujar Muhran.

Menurutnya, pengujian ulang meliputi uji dinamik dan NDT yang direncanakan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, bergantung pada kesiapan tim penguji dari pihak terkait.

“Mudah-mudahan bisa dilakukan hari Sabtu. Kami masih menunggu konfirmasi dari tim uji,” katanya.

Terkait pemasangan portal pembatas kendaraan yang dilakukan lebih awal dari jadwal semula, Muhran menegaskan keputusan tersebut diambil murni berdasarkan pertimbangan teknis dan keselamatan pengguna jalan.

“Melihat kondisi jembatan, kami khawatir terhadap keselamatan lalu lintas dan keamanan struktur jembatan itu sendiri. Karena itu pembatasan harus segera dilakukan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembatasan tersebut bersifat sementara dan tidak dimaksudkan untuk menutup akses Jembatan Mahulu dalam jangka panjang. Akses akan dibuka kembali setelah hasil pengujian menyatakan jembatan dalam kondisi aman.

“Kalau nanti hasil pengujian menunjukkan struktur jembatan aman dan sehat, tentu akan kita buka kembali. Tidak mungkin ditutup terus,” ujarnya.

Selama proses pengujian berlangsung, pemerintah daerah menerapkan pengaturan lalu lintas dengan membatasi kendaraan bertonase besar serta mengalihkan arus logistik melalui jalur alternatif pada jam tertentu.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur turut melakukan pengamanan selama masa pembatasan Jembatan Mahakam Ulu. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachi, mengatakan pembatasan akses bagi truk bertonase besar dilakukan lebih awal demi keselamatan.

“Awalnya direncanakan jam 12 siang, tetapi atas pertimbangan teknis DPUPR-Pera, pembatasan dilakukan lebih pagi karena kondisi jembatan dinilai tidak aman untuk kendaraan berat,” ucap Edwin.

Ia menjelaskan, sebagai langkah antisipasi, kendaraan berat dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WITA. Sementara kendaraan ringan tetap diarahkan melalui Jembatan Mahakam I.

“Kebijakan ini telah mengantongi izin dari Kementerian PUPR melalui BBJN dan akan diberlakukan sampai hasil uji kelayakan jembatan dinyatakan aman,” katanya.

Untuk memastikan pembatasan berjalan efektif, pos penjagaan gabungan dari unsur DPUPR, Dishub, Satpol PP, dan Satlantas disiagakan di sekitar lokasi Jembatan Mahakam Ulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....