Insiden Jembatan Mahulu, Pemprov Kaltim Tempuh Jalur Hukum
- 27 Jan 2026 12:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah tegas menyikapi insiden kapal tongkang BG Marine Power 3066 tabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), pada Minggu 25 Januari 2026 sekitar pukul 05.10 WITA lalu. Kejadian ini menjadi perhatian serius karena merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan saat ini pelaku yang menabrak jembatan telah ditahan. Menurut pengakuan mereka, kejadian ini terjadi akibat putusnya tali tambat.
"Sudah tahan dua-duanya karena memang itu kejadiannya di luar pengolongan dan mereka sedang tambat jauh di Ulu Mahakam, tapi mereka bertabrakan berdua akhirnya tali putus dan hanyut," ujar Wagub.
Namun, Seno menilai pengakuan itu hanyalah alasan klasik. Ia pun meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, lanjut Seno, kendaraan yang melintas di Jembatan Mahulu akan dibatasi, khususnya untuk kendaraan berat atau berdimensi besar.
"Kita tutup sementara untuk alat-alat berat tidak bisa masuk. Kalau mereka mau lewat Kutai Kartanegara silakan," kata Seno Aji.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan menempuh jalur hukum atas insiden ini. Wagub menjelaskan, pihaknya akan melaporkan pihak kapal tongkang secara pidana dan perdata.
"Jadi itu tugas dan fungsi kita, karena ini aset provinsi, perdatanya tentu saja ganti rugi penabrakan dan pidananya adalah lalai," ucapnya.
Mengingat kejadian ini cukup sering terjadi, Pemprov Kaltim berencana akan mempercepat penetapan titik tambat dan pengolongan kapal di Sungai Mahakam.
Menurut Seno Aji, koordinasi dengan KSOP telah dilakukan, termasuk permintaan kepada Kementerian Perhubungan agar memberikan penunjukan resmi terkait pengelolaan titik tambat.
"Tapi ini belum direspon sama sekali oleh Kementerian Perhubungan dan KSOP, maka kita akan minta lagi," kata dia.
Seno Aji pun berharap, dengan penegakan hukum dan pembenahan sistem lalu lintas sungai, kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan Jembatan Mahulu dapat terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....