NU Peringati Harlah Satu Abad Miladiyah di IKN
- 26 Jan 2026 09:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID , Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur akan menggelar Resepsi Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) 1 Abad Miladiyah pada 31 Januari 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.
Peringatan 1 Abad NU Miladiyah ini bertepatan dengan usia 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama berdasarkan kalender Masehi, yakni 31 Januari 1926. Pemilihan IKN Nusantara sebagai lokasi peringatan memiliki makna strategis, seiring penetapan Kalimantan Timur, khususnya Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai Ibu Kota Negara dan simbol masa depan Indonesia.
Sebelumnya, puncak resepsi Peringatan Harlah NU 1 Abad berdasarkan kalender Hijriyah telah dilaksanakan pada Selasa, 7 Februari 2023, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. Jawa Timur dipilih karena merupakan tempat lahirnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, yang berakar dari Bangkalan Madura, Tebu Ireng Jombang, dan Surabaya.
Peringatan 1 Abad NU Miladiyah diharapkan menjadi tonggak sejarah penguatan NU dalam memasuki abad kedua. Momentum ini juga ditujukan untuk menggali serta meneladani spirit perjuangan para Muassis dan Masyayikh NU, khususnya Tiga Serangkai pendiri, yakni Syaichona K.H. Muhammad Cholil, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, dan K.H. Raden As’ad Syamsul Arifin.
Ketiga tokoh tersebut memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya NU. Hal ini tercermin dalam rangkaian kegiatan Napak Tilas yang telah dilaksanakan di Jawa Timur pada 2–4 Januari 2026, meliputi Bangkalan dan Jombang, serta ziarah Muassis NU di Situbondo, Bangkalan, Surabaya, dan Jombang.
Napak Tilas tersebut mengisahkan penyerahan tongkat dan tasbih dari Syaichona K.H. Muhammad Cholil kepada Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari melalui perantara K.H. Raden As’ad Syamsul Arifin. Tongkat yang diserahkan pada 1924 menjadi simbol kemantapan hati mendirikan organisasi ulama, sementara tasbih yang diberikan pada 1925, disertai wirid Asmaul Husna Yaa Jabbaar, Yaa Qahhaar, dimaknai sebagai simbol kekuatan melawan kebatilan dan kemungkaran.
Ketua PWNU Kalimantan Timur H. Fauzi A Bahtar menyebut, peringatan ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan NU selama satu abad, sekaligus wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas keberlangsungan organisasi. Momentum ini juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda NU untuk menjaga semangat perjuangan dan terus berkontribusi bagi bangsa dan agama.
Resepsi Peringatan Harlah 1 Abad NU Miladiyah akan dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriyah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Multi-function Hall Gedung Kemenko III IKN Nusantara dan diikuti oleh PWNU Kalimantan Timur, 10 PCNU se-Kaltim, serta sekitar 3.000 jamaah NU dari seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Rangkaian acara meliputi istighatsah dan doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, sambutan dari Ketua Tanfidziyyah PWNU Kalimantan Timur, Kepala Otorita IKN, Gubernur Kalimantan Timur, tausiyah kebangsaan, hingga pemotongan tumpeng sebagai penutup kegiatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....