Korban Laka Air Ponton Sinar Mas Ditemukan

  • 22 Jan 2026 06:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan kejadian laka air Kapal Ponton Penyeberangan milik PT Sinar Mas di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, memasuki tahap penting setelah tim gabungan berhasil menemukan satu korban penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 Wita di lokasi penyeberangan Desa Rantau Panjang. Dalam kejadian itu, sebuah dam truk dilaporkan terbalik dan tenggelam akibat kondisi kapal ponton yang tidak stabil saat melakukan penyeberangan sungai.

Sejak pagi hari, upaya pencarian korban dan evakuasi kendaraan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polairud Sangatta, BPBD Kabupaten Kutai Timur, Koramil 0909-03 Muara Wahau, Polsek Muara Wahau, Basarnas Kabupaten Berau, petugas keamanan PT Sinar Mas, serta masyarakat Desa Rantau Panjang.

Koordinator Basarnas Kabupaten Berau, A. Triyanto, menyampaikan, proses pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian dan melakukan penyelaman di titik yang dicurigai.

"Hasil pencarian membuahkan temuan satu korban penumpang LCT bernama Andi Agus, berusia 45 tahun, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, suku Bugis, dengan pekerjaan swasta dan beralamat di Penajam. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujarnya.

Tim gabungan melakukan evakuasi kendaraan pada kejadian laka air Kapal Ponton Penyeberangan PT Sinar Mas di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen, Kutai Timur. (Foto : BPBD Kab. Kutim)

Selain korban, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi satu unit dam truk yang tenggelam sekitar 30 meter dari lokasi awal kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel di tengah arus sungai yang cukup deras.

Kepala Bidang BPBD Kabupaten Kutai Timur, Naim, menjelaskan, kegiatan evakuasi terpaksa dihentikan sementara pada pukul 19.00 Wita karena kondisi mulai gelap dan faktor keselamatan petugas di lapangan.

"Menurut laporan awal, kecelakaan diduga disebabkan oleh faktor teknis kapal ponton yang dikombinasikan dengan cuaca dan arus sungai yang deras sehingga mengakibatkan kapal kehilangan kestabilan dan kendaraan terbalik lalu tenggelam", katanya.

Pihak BPBD menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan sarana penyeberangan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, mengingat potensi kecelakaan lanjutan masih dapat terjadi apabila penyeberangan dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi alam.

Korban selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Penajam untuk proses pemakaman dan tindak lanjut lainnya. Sementara itu, evakuasi lanjutan terhadap kendaraan yang masih tenggelam direncanakan akan kembali dilakukan pada hari berikutnya sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....