Kasus Kekerasan Seksual Mendominasi, SOPPA Dorong Pelaporan Aman
- 16 Des 2025 07:42 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi laporan kekerasan di Kota Samarinda. Hal ini terungkap dalam peluncuran aplikasi SOPPA, sistem online pengaduan perempuan dan anak, yang digelar di salah satu kafe di Samarinda, Senin (15/12/2025).
Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Rina Zainun, mengungkapkan sebagian besar kasus yang ditangani pihaknya sepanjang tahun 2025 merupakan kekerasan seksual terhadap anak. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kasus terbanyak itu kekerasan seksual terhadap anak. Karena itu sejak awal kami fokus pada edukasi dan langkah preventif ke masyarakat dan sekolah,” kata Rina.
Rina menjelaskan, edukasi dilakukan agar masyarakat memahami perannya sebagai pelapor, sekaligus mendorong anak-anak untuk berani menyampaikan apa yang mereka alami. Menurutnya, keberanian korban untuk berbicara menjadi kunci utama pengungkapan kasus.
Rina menilai, peningkatan jumlah laporan tidak selalu berarti kegagalan pencegahan. Justru hal tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dan korban yang kini lebih sadar untuk melapor.
Berdasarkan sebaran wilayah, Rina menyebut Kecamatan Sungai Kunjang sebagai daerah dengan laporan terbanyak. Selain itu, Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Ulu juga tercatat memiliki angka kasus yang cukup tinggi.
Rina menambahkan, aplikasi SOPPA mulai aktif digunakan sejak hari peluncuran. Seluruh data pelaporan, mulai dari identitas korban, pelapor, alamat, hingga titik lokasi kejadian, dapat diakses secara terintegrasi oleh pihak berwenang.
“SOPPA sudah bisa digunakan mulai hari ini. Data lengkap korban dan pelapor langsung terhubung dengan UPTD, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ucapnya. (Zulfikar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....