Diduga Serangan Jantung, Pekerja Proyek Samarinda Meninggal Dunia
- 09 Okt 2025 20:41 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Seorang pekerja proyek bernama Hardiyan ditemukan meninggal dunia di area proyek pembangunan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (9/10/2025). Korban yang telah bekerja hampir satu tahun di proyek tersebut diduga wafat akibat serangan jantung, berdasarkan keterangan rekan-rekannya di lokasi.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh rekan kerjanya, Basori, yang merasa janggal karena korban tak kunjung keluar dari kamar mandi meski sudah cukup lama berada di dalam.
“Saya sempat dipanggil teman di bawah karena korban lama enggak keluar dari WC. Pas saya turun dan buka pintu, dia sudah terbaring,” ujar Basori di lokasi kejadian dengan nada haru.
Mengetahui kondisi korban sudah tidak bergerak, Basori segera memanggil rekan-rekan lainnya dan menghubungi mandor proyek untuk melaporkan peristiwa tersebut.
“Saya langsung hubungi mandor, dan tak lama kemudian dia datang ke tempat kejadian,” katanya.
Beberapa pekerja lain menyampaikan bahwa korban sempat beberapa kali mengeluhkan rasa nyeri di dada dan mudah lelah saat bekerja. Mereka menduga penyakit jantung yang diderita korban menjadi penyebab utama meninggalnya Hardiyan.
“Sudah lama katanya punya penyakit jantung,” ucap Basori.
Setelah menerima laporan, pihak kepolisian segera datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit A.W. Syahrani Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Mandor proyek, Deri, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu pekerja yang cukup lama bergabung di proyek tersebut.
“Dia sudah hampir setahun kerja di sini, orangnya baik dan rajin. Kami semua kaget dapat kabar seperti ini,” ujarnya.
Dari keterangan para pekerja, diketahui bahwa korban berasal dari kawasan Indonesia Timur dan dikenal memiliki kepribadian ramah serta mudah bergaul dengan siapa pun di lokasi kerja.
“Kalau kerja sama dia enak, orangnya enggak pernah marah,” ucap salah satu rekan lainnya.
Hingga Kamis sore, jenazah masih berada di RS A.W. Syahrani menunggu keputusan keluarga, apakah akan dimakamkan di kampung halaman atau di Samarinda.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pihak perusahaan maupun pekerja untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan di lingkungan kerja. Pemeriksaan medis berkala dan kesiapsiagaan penanganan darurat di area proyek sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....