Warga Bengalon Hilang Usai Perahu Karam di Sungai

  • 07 Okt 2025 09:33 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Dua orang warga Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi karam di Sungai Meratak pada Senin (6/10/2025) sore.

Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Berdasarkan laporan dari Kapolsek Bengalon, kedua korban masing-masing bernama Marsel dan istrinya Helmiana Neri, keduanya merupakan petani asal Dusun Meratak, Desa Tepian Langsat.

Menurut keterangan saksi Iliq Tingai (64), dirinya bersama kedua korban berangkat menggunakan perahu menuju ladang sekitar pukul 15.00 Wita untuk memanen sayur-sayuran dan buah sawit. Setelah selesai memanen, mereka berangkat pulang dengan membawa hasil panen sekitar dua kwintal buah sawit, beberapa biji labu, dan sejumlah sayur sawi.

Namun dalam perjalanan pulang, perahu yang mereka tumpangi menabrak batang kayu besar yang hanyut di sungai. Benturan tersebut membuat perahu bocor dan perlahan kemasukan air hingga akhirnya terbalik.

“Saya bersama Pak Marsel dan istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan di perahu yang sudah terbalik. Tapi karena keduanya tidak bisa berenang, mereka terus tenggelam meski sudah saya bantu naik ke perahu,” tutur Iliq Tingai kepada petugas.

Dalam kondisi kelelahan dan kaki yang keram, Iliq akhirnya menepi ke pinggir sungai untuk menyelamatkan diri. Setelah tenaganya pulih, ia berteriak meminta pertolongan hingga didengar oleh Andarias Liong Yan, warga lain yang sedang berkebun di sekitar lokasi. Keduanya kemudian berusaha mencari korban menggunakan perahu, namun hingga malam hari kedua korban belum ditemukan.

Informasi tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bengalon dan diteruskan ke Pusdalops BPBD Kabupaten Kutai Timur untuk dilakukan upaya pencarian bersama unsur gabungan.

Hingga laporan ini diterima, petugas bersama warga masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Meratak.

Perkembangan proses pencarian akan terus diperbarui oleh pihak kepolisian dan BPBD Kutai Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....