DOC 119 Samarinda Tetap Tangguh di Tengah Kendala
- 03 Sep 2025 11:41 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Di balik keberhasilan layanan darurat Doctor on Call (DOC) PSC 119, berbagai tantangan masih dihadapi tim medis saat bertugas di lapangan. Mulai dari prank call hingga medan ekstrem yang sulit dijangkau ambulans menjadi dinamika tersendiri dalam menjalankan misi penyelamatan.
Koordinator DOC 119, Vetrisia, mengakui prank call masih menjadi masalah meski sistem telah dirancang untuk meminimalisasi gangguan tersebut.
“Masih ada warga yang menelepon hanya untuk main-main. Sistem kami memblokir nomor yang melakukan prank lima kali berturut-turut,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Selain itu, keterbatasan ruang gawat darurat di rumah sakit kerap memperlambat proses rujukan. Tim medis terkadang harus menunggu hingga satu jam sebelum pasien bisa diterima.
Meski begitu, koordinasi dengan pihak rumah sakit terus diperkuat agar layanan lebih cepat.
Tantangan lain datang dari medan yang sulit diakses ambulans. Slamet, salah seorang driver DOC 119, menyebut dirinya kerap berjalan kaki melewati gang sempit dan tanjakan curam untuk menjemput pasien.
“Pernah kami mengevakuasi pasien dari puncak Gunung Steleng. Jalan setapak, sempit, dan licin. Peralatan medis kami bawa naik, pasien kami turunkan bersama warga,” katanya.
Situasi darurat akibat banjir juga tidak jarang menguji kesiapan tim. Dalam kondisi tersebut, DOC 119 bekerja sama dengan puskesmas dan BPBD menggunakan perahu untuk mengevakuasi pasien. Kerja sama lintas instansi disebut menjadi kunci keberhasilan penyelamatan di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan darat.
Meski dihadapkan pada berbagai rintangan, semangat tim tetap terjaga. Slamet menegaskan, keselamatan pasien selalu menjadi prioritas. “Kami siap datang kapan saja dan di mana saja. Selama bisa menyelamatkan nyawa warga, semua tantangan akan kami upayakan,” katanya, menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....