Pelatihan Kaji Cepat Bencana Bekali Relawan di Samarinda

  • 11 Agt 2025 10:10 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda menggelar Pelatihan Kaji Cepat Bencana untuk memperkuat kemampuan aparat, relawan, dan Kelurahan Tangguh Bencana dalam penanganan darurat.

Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Samarinda mulai 11 hingga 15 Agustus 2025, sebagai bagian dari sub kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana tingkat kabupaten/kota.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat membuka kegiatan mengatakan kaji cepat bencana membutuhkan insting, ketegasan, dan keputusan cepat di lapangan.

“Permasalahan yang dihadapi BPBD pasti berkaitan dengan orang yang sedang kesusahan. Niat membantu mereka adalah amal yang mulia, tapi butuh kekuatan hati dan kemampuan mengambil langkah tepat di saat kritis,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Ia menekankan pengalaman lapangan membuktikan beratnya tugas petugas dan relawan saat berhadapan langsung dengan korban bencana, seperti tanah longsor dan kecelakaan air. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mental tangguh, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat kecepatan respons para peserta.

“Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi dan penyangga IKN harus siap menghadapi berbagai tantangan bencana,” katanya, menegaskan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan peralatan untuk menunjang penanggulangan bencana. Bantuan tersebut antara lain dua unit ekskavator mini, speedboat dengan fasilitas medis lengkap yang dapat difungsikan sebagai ambulans air, serta sekoci untuk operasi penyelamatan di perairan.

“Kejadian laka air di Samarinda cukup tinggi, mulai dari Sungai Karang Mumus, danau, hingga Sungai Mahakam. Peralatan ini akan sangat membantu,” katanya.

Menurut Suwarso, pelatihan kaji cepat membekali peserta untuk melakukan penilaian awal pascabencana secara cepat, tepat, dan sistematis. Hasil kajian menjadi dasar penentuan prioritas bantuan, langkah penanganan awal, hingga proses pemulihan pascabencana. “Bencana tidak bisa ditunda-tunda penanganannya. Dengan keterampilan ini, kita bisa memastikan respons yang terukur dan efektif,” katanya, mengakhiri. (Alveric)

(Foto: RRI Samarinda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....