Bantuan Disalurkan untuk Korban Banjir Berau, Penyebab Banjir Dikaji

  • 03 Apr 2025 07:54 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Berau: Banjir tahunan yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada 2025 tercatat sebagai salah satu yang terparah. Genangan air yang meluas hingga ke pusat Kota Tanjung Redeb dan sejumlah kampung seperti Tumbit Melayu, Tumbit Dayak, Pegat Bukur, dan Kelay, membuat warga kesulitan beraktivitas. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan kepada korban terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Agustianur, mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan berbagai peralatan dan logistik untuk membantu korban banjir. "Kami sudah menyalurkan tenda, lampu, selimut, serta bantuan makanan bagi warga terdampak. Bantuan ini terus kami distribusikan bersama dinas sosial dan instansi lainnya," ujarnya kepada RRI, Kamis (3/4/2025).

Banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan tinggi sejak akhir Maret, yang menyebabkan luapan air di hulu Sungai Kelay. Kondisi ini diperparah dengan fenomena pasang air laut yang menghambat penurunan debit air, sehingga genangan bertahan lebih lama. Bahkan, beberapa wilayah yang biasanya tidak terdampak turut mengalami banjir.

Menurut Agustianur, sedimentasi Sungai Kelay yang semakin tinggi juga menjadi faktor utama penyebab banjir. "Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan untuk mengkaji lebih lanjut kondisi sedimentasi ini. Harapannya, langkah strategis bisa diambil untuk mencegah banjir semakin parah di masa mendatang," katanya.

Sementara itu, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Pemerintah Kabupaten Berau telah mendistribusikan sembako dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan senilai Rp429 juta, termasuk makanan siap saji, perlengkapan bayi, dan matras bagi pengungsi.

Selain itu, BPBD Berau telah membangun dapur umum di Kampung Pegat Bukur dengan dukungan dari TNI-Polri. "Kami berupaya memastikan kebutuhan makanan warga terpenuhi. Kehadiran relawan dan aparat keamanan sangat membantu dalam operasional dapur umum," kata Kepala BPBD Berau, Masyhadi.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat prakiraan curah hujan masih tinggi hingga April. Langkah mitigasi jangka panjang terus dikaji untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....