Bubur Peca Diusulkan Jadi Warisan Tak Benda di Samarinda

  • 27 Jan 2025 07:50 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Bubu Peca Khas makanan warga Samarinda Seberang diusulkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemkot Samarinda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, mengungkapkan bahwa bubur peca telah diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak tahun lalu. Proses ini melibatkan berbagai langkah, termasuk penyelenggaraan workshop, penerbitan buku tentang bubur peca, dan pembuatan video dokumentasi sebagai bagian dari syarat administrasi.

“Tahun lalu juga sudah kami buatkan videonya agar bisa dimasukkan dalam database Pemprov Kaltim. Setelah itu, hasilnya akan dikaji untuk memastikan apakah bubur peca bisa lolos menjadi WBTB Kota Samarinda,” kata Barlin Senin (27/1/2025) di Samarinda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma). Foto/Dok.Metalianda Darmila.

Barlin optimis, bubur peca layak ditetapkan sebagai warisan budaya karena keunikan dalam penyajian dan rasa yang tetap otentik hingga kini. Bubur ini juga menjadi simbol kekayaan tradisi lokal masyarakat Samarinda.

“kami kira bubur peca ini sangat layak menjadi warisan budaya karena keunikan dan rasa yang masih sangat otentik”,ucap berlin saat dihubungi RRI via telepon seluler.

Bubur peca awalnya dipopulerkan sebagai hidangan berbuka puasa di Masjid Shirathal Mustaqiem, salah satu masjid bersejarah di Samarinda Seberang. Salehuddin Pemma, pengurus masjid, memperkenalkan makanan ini sebagai bagian dari tradisi religi masyarakat.

Resep legendaris bubur peca berasal dari Salma, yang mulai memasaknya pada 1960-an hingga 1970-an, dibantu oleh warga sekitar masjid. Kini, resep ini diteruskan oleh Mardiana, cucu Salma, yang juga menjadi juru masak Masjid Shirathal Mustaqiem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....