Zakat Dorong Pemberdayaan Disabilitas di Kalimantan Timur

  • 18 Mar 2026 07:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Momentum Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah spiritual, tetapi juga menjadi momen memperkuat solidaritas sosial melalui zakat dan sedekah. Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur menekankan bahwa zakat dan sedekah memiliki peran penting dalam menopang kehidupan penyandang disabilitas.

Hal ini disampaikan oleh Lina Oktaviani dari PPDI Kalimantan Timur dalam siaran Ruang Disabilitas pada Sabtu 14 Maret 2026. Menurutnya ada sebuah pola lama harus segera diubah.

"Tapi yang lebih penting itu lagi adalah zakat dan sedekah. Ini seharusnya tidak hanya diberikan sebagai bantuan sesaat ya. Biasanya hanya di timing-timing tertentu yang diserahkan ya. Apalagi kepada teman-teman disabilitas, tapi juga nanti harapannya bisa diarahkan untuk program pemberdayaan agar penyandang disabilitas itu dapat hidup lebih mandiri dan lebih produktif lagi untuk sehari-harinya," kata Lina.

Lina menekankan bahwa zakat dan sedekah seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar di hari raya saja. Ia juga menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat yang selama ini melihat disabilitas hanya melalui sudut pandang kasihan atau charity-based.

"Kita ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas mampu tanpa harus ada rasa dikasihani. Zakat yang diterima memang sudah seharusnya sesuai dengan porsi dan ketentuan yang ada, bukan semata-mata karena kondisi fisiknya," ujarnya.

Perubahan mindset ini juga dilakukan secara internal melalui sosialisasi yang dilakukan oleh PPDI kepada para anggotanya. Membangun mentalitas untuk berdaya adalah kunci agar para penyandang disabilitas tidak terjebak dalam stigma sebagai kaum penerima saja.

Kesadaran ini perlahan mulai tumbuh, seiring dengan kolaborasi antar masyarakat dan pemerintah yang semakin terbuka terhadap program-program berbasis pengembangan skill bagi penyandang disabilitas. Bulan Ramadan diharapkan menjadi momentum yang membangun ekosistem sosial di Kalimantan Timur dengan perspektif pemberdayaan dan pemanfaatan zakat untuk menjadi modal usaha, biaya pelatihan keterampilan, hingga penyediaan alat bantu yang mendukung produktivitas disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....