Mandi Balimau: Ritual Penyucian Raga Masyarakat Minangkabau jelang Ramadan
- 16 Mar 2026 19:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bagi masyarakat Minangkabau, datangnya bulan suci Ramadan tidak hanya disambut dengan kesiapan batin, tetapi juga dengan ritual penyucian raga yang dikenal sebagai Mandi Balimau. Tradisi ini menjadi simbol kebersihan jasmani sekaligus ungkapan kegembiraan dalam menyambut tamu agung umat Islam.
Dalam dialog budaya Pantas Minang di RRI Samarinda pada Februari 2026, narasumber Uni Yet menjelaskan tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang sarat akan makna sugesti positif. Penggunaan bahan-bahan alami seperti limau (jeruk nipis) bukan tanpa alasan, melainkan sebagai pengganti pembersih tubuh di masa lampau.
"Mandi balimau ini sebenarnya bagian dari semangat kita untuk bersih-bersih sebelum puasa. Kita ingin saat memulai ibadah besok, diri kita sudah suci secara jasmani. Aroma limau dan bunga-bungaan yang digunakan memberikan kesegaran tersendiri bagi yang melakukannya," ujar Uni Yet.
Mandi balimau biasanya dilakukan tepat satu hari sebelum satu Ramadan. Bahan-bahan yang disiapkan cukup unik, yakni irisan jeruk nipis yang dicampur dengan bunga-bungaan atau bunga rampai, serta daun-daun wangi yang direndam dalam air mandi.
Uni Nel, narasumber lainnya di studio, menambahkan bahwa terdapat pergeseran lokasi tradisi ini di era modern. Dahulu, masyarakat Minangkabau melakukan mandi balimau secara beramai-ramai di sungai atau batang air, namun kini kebiasaan tersebut lebih banyak dilakukan secara pribadi di rumah masing-masing.
"Kalau di kampung dulu, kita mandinya ramai-ramai di sungai yang jernih. Sekarang karena kondisi sungai sudah berubah, orang lebih banyak mandi di rumah saja. Namun niatnya tetap sama, yaitu membersihkan diri secara total sebagai persiapan fisik untuk berpuasa selama 30 hari penuh," kata Uni Nel.
Selain unsur kebersihan, Uni Nel juga menekankan bahwa tradisi ini sering dibarengi dengan momen saling memaafkan antar anggota keluarga dan tetangga. Dengan raga yang segar setelah mandi balimau dan hati yang bersih setelah bermaafan, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk.
Meskipun mandi sebelum Ramadan bukanlah sebuah kewajiban agama, masyarakat Minangkabau tetap melestarikannya sebagai identitas budaya. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menyambut bulan suci harus dilakukan dengan sebaik-baiknya persiapan, baik luar maupun dalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....