Optimalkan Ibadah di Akhir Ramadan untuk Raih Hidayah
- 16 Mar 2026 16:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Memasuki penghujung bulan Ramadan, umat Muslim diajak untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Momentum sepuluh hari terakhir Ramadan dinilai sebagai waktu paling istimewa untuk memperbanyak amal, memperkuat keikhlasan, serta meraih hidayah dari Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Muammar Zaky, Lc., dari Muhammadiyah Samarinda dalam program tausiah “Mutiara Ramadan” yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia Pro 1 Samarinda. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa umat Islam saat ini telah memasuki hari-hari terakhir Ramadan yang memiliki nilai keutamaan besar.
Menurutnya, para ulama terdahulu memaknai pertengahan hingga akhir Ramadan sebagai “emas” karena di dalamnya terdapat peluang besar untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda, terutama melalui malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan.
“Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan ibadah. Nabi Muhammad SAW pun ketika memasuki fase ini menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggang sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah,” ujar Ustaz Muammar Zaky.
Ia menjelaskan bahwa kesungguhan tersebut menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs.
Dalam penjelasannya, Ustaz Muammar Zaky menegaskan bahwa inti ibadah di bulan Ramadan adalah keikhlasan dan kualitas amal. Ibadah yang dilakukan dengan niat tulus serta sesuai tuntunan syariat akan menjadi sarana membentuk pribadi yang bertakwa.
“Ibadah di bulan Ramadan tidak hanya dilihat dari banyaknya amalan, tetapi dari kualitasnya. Ketika seseorang beramal dengan ikhlas dan sesuai tuntunan, itulah yang menjadi tujuan utama ajaran Islam,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk melatih diri melawan hawa nafsu. Melalui puasa, salat, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah, umat Islam didorong untuk membersihkan diri dari berbagai keburukan.
Namun demikian, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan Ramadan secara maksimal. Sebagian orang justru menghabiskan malam dengan aktivitas yang tidak berkaitan dengan ibadah, seperti berkumpul atau bersantai hingga larut malam tanpa tujuan spiritual.
Menurut Zaki, hidayah Allah pada dasarnya telah diberikan kepada seluruh manusia melalui Al-Qur’an dan bulan Ramadan. Akan tetapi, manusia tetap harus berusaha menjemput hidayah tersebut dengan kesungguhan beribadah dan memperbaiki diri.
Ia berharap umat Islam mampu memanfaatkan sisa waktu Ramadan untuk meningkatkan amal ibadah agar keluar dari bulan suci dalam keadaan lebih baik. Dengan demikian, Ramadan benar-benar menjadi sarana meraih ketakwaan serta memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....