Tradisi Makmeugang hingga Daurah dari Aceh

  • 15 Mar 2026 10:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi momen meningkatkan ibadah, Ramadan juga identik dengan tradisi khas yang mempererat kebersamaan masyarakat. Setiap daerah memiliki cara unik dalam menyambut bulan suci ini, mulai dari tradisi keagamaan, kuliner khas, hingga kegiatan sosial yang sarat nilai kebersamaan.

Kisah Ramadan kali ini datang dari Aceh melalui program Kesah Ramadan Pro 4 RRI Samarinda. Muhammad Aidil Viqri, berbagi cerita mengenai suasana Ramadan di daerahnya yang dikenal kuat dengan nilai religius dan tradisi masyarakatnya.

Aidil mengatakan, ketika mendengar kata Ramadan di Aceh, hal pertama yang terlintas adalah suasana kebersamaan yang terasa lebih hidup dibandingkan hari biasa. Menurutnya, aktivitas masyarakat meningkat terutama menjelang waktu berbuka puasa. “Kalau mendengar Ramadan di Aceh yang terlintas itu suasananya dan kebersamaannya. Kota jadi terasa lebih hidup, apalagi menjelang berbuka puasa ketika banyak orang mencari takjil,” ujarnya.

Salah satu tradisi khas yang masih dijaga masyarakat Aceh adalah Makmeugang, yaitu tradisi membeli dan memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga menjelang Ramadan maupun menjelang hari raya. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat hubungan keluarga dan masyarakat. “Makmeugang itu tradisi masyarakat Aceh membeli daging, seperti daging sapi atau kerbau, lalu dimasak dan dimakan bersama keluarga sebagai bentuk syukur menyambut Ramadan,” ucap Aidil.

Selain tradisi tersebut, Aceh juga memiliki cara unik dalam membangunkan sahur. Di beberapa daerah, masyarakat menggunakan syair atau lantunan lagu dari masjid untuk mengingatkan waktu sahur kepada warga. “Kalau di Aceh ada yang membangunkan sahur menggunakan syair atau lagu dari masjid. Tradisi ini sebenarnya sudah lama, hanya saja sekarang mulai dikenal luas,” katanya.

Menjelang waktu berbuka, berbagai kuliner khas juga mudah ditemukan di pasar takjil. Aidil menyebut beberapa makanan yang banyak diburu masyarakat, seperti kue bhoi, kue karah, hingga hidangan berat seperti kuah belangong yang berbahan dasar daging.

Menurut Aidil, salah satu kegiatan Ramadan yang paling berkesan baginya adalah mengikuti daurah, yaitu kegiatan keagamaan yang berisi kajian Islam, tahfiz Al-Qur’an, hingga buka puasa bersama di lingkungan kampus. Ia berharap tradisi dan nilai kebersamaan yang ada selama Ramadan di Aceh dapat terus dijaga oleh generasi muda agar tetap lestari di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....