Waspada Penyakit Hati Dibalik Euforia Bukber Ramadan

  • 11 Mar 2026 13:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Bukber atau buka bersama menjadi tradisi yang lekat dengan bulan Ramadan. Momen ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antarsesama. Silaturahmi yang terjalin di dalamnya diharapkan membawa berkah dan menambah kebaikan bagi umat muslim.

Anggota Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Samarinda, Ustazah Ulfa Hidayah, menjelaskan ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menghadiri bukber. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Dialog Tauladan RRI Pro 2 Samarinda dikutip pada Rabu, 11 Maret 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga hati agar kegiatan itu tidak menimbulkan mudarat.

Menurutnya, penyakit hati menjadi ancaman yang sering muncul tanpa disadari. Penyakit itu memiliki banyak jenis dan dapat tumbuh dari hal kecil. “Penyakit hati ini merupakan penyakit yang paling berbahaya di dalam kehidupan, karena tidaklah seseorang menghadap kepada Allah dengan penyakit hati,” katanya.

Ia lalu mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa harta dan keturunan tidak bermanfaat pada hari akhir. “Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat,” ucapnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk menjaga kebersihan hati dalam setiap aktivitas.

Selamat yang dimaksud adalah hati yang terbebas dari iri dan dengki. Selain itu, ada sifat ria, yaitu memperlihatkan ibadah demi dipuji orang lain. Ada juga ujub yang muncul ketika seseorang terlalu mengagumi dirinya sendiri. Semua sifat ini dapat merusak amal kebaikan jika tidak dikendalikan.

Ia menjelaskan penyakit hati mudah muncul dalam suasana berkumpul seperti bukber. Terkadang seseorang ingin menunjukkan apa yang dimiliki secara berlebihan. “Sesungguhnya Allah tidak menyukai hal yang terlalu berlebihan. Jadi, cukup menjadi apa adanya saja,” katanya.

Menurutnya, memamerkan pencapaian atau jabatan dapat memicu ujub. Sikap ini juga dapat mendorong seseorang ingin dipandang lebih hebat dari yang lain. Padahal, kemuliaan bukan ditentukan oleh pandangan manusia. “Cukuplah Allah yang Maha Tahu dan cukuplah bagi Allah saksi di antara kita. Jadi, tidak perlu kita datang ke acara bukber biar dipandang sebagai manusia,” ucapnya.

Ia menegaskan menjaga hati tetap bersih adalah bagian dari ibadah yang harus dijaga. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dari sifat-sifat buruk. Dengan meluruskan niat, bukber dapat menjadi momen penuh kebaikan dan memperkuat silaturahmi sesama, katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....