Sikapi Doa yang Belum Terkabul dengan Sabar dan Muhasabah
- 11 Mar 2026 11:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Umat Islam diingatkan untuk tetap bersabar ketika doa yang dipanjatkan belum juga dikabulkan. Dalam ajaran Islam, pengabulan doa merupakan hak prerogatif Allah yang mengetahui kebutuhan terbaik bagi setiap hamba-Nya.
Dai dari Muharrik Dakwah Samarinda, Ramadiva Muhammad Akhyar saat mengisi kajian program Tauladan Pro 2 RRI Samarinda Selasa, 10 Maret 2026 menjelaskan tidak semua doa langsung dikabulkan oleh Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam menilai hasil dari doa yang dipanjatkan.
“Ketika kita berdoa, tidak selalu langsung dikabulkan. Pengabulan doa itu adalah hak prerogatif Allah. Allah yang paling mengetahui kebutuhan kita dan kapan waktu yang tepat untuk memberikannya,” ujarnya.
Ramadiva menjelaskan proses menunggu pengabulan doa juga dapat menjadi sarana introspeksi diri atau muhasabah. Melalui proses tersebut, seseorang dapat menilai kembali kesiapan dirinya terhadap apa yang diminta dalam doa.
Ia mencontohkan, seseorang mungkin memohon rezeki berupa kendaraan atau harta tertentu, tetapi tujuan sebenarnya belum tentu murni untuk kebutuhan, melainkan sekadar mencari pengakuan atau menunjukkan status kepada orang lain.
“Bisa jadi kita meminta sesuatu, tetapi sebenarnya belum siap menerimanya atau tujuan kita belum tepat,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah berputus asa ketika doa yang dipanjatkan dalam waktu lama belum dikabulkan. Menurutnya, sikap tidak sabar sering muncul ketika seseorang merasa sudah lama berdoa tetapi belum melihat hasilnya.
“Ada yang mengatakan sudah dua tahun berdoa tetapi belum juga diijabah. Di situlah kita diminta bersabar dan tetap meyakini bahwa Allah mendengar doa kita,” ujarnya.
Dosen UINSI Samarinda ini juga menilai kualitas ibadah seseorang dapat memengaruhi kedekatan dengan Allah. Karena itu, doa sebaiknya disertai dengan upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ia mengingatkan, bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah, bukan sekadar menjalankan ibadah sebagai rutinitas atau kewajiban semata. Menurutnya, doa yang dipanjatkan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kepentingan duniawi, tetapi juga diarahkan pada kebaikan akhirat.
“Tidak salah meminta urusan dunia, tetapi alangkah baiknya doa kita juga difokuskan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mempersiapkan kehidupan akhirat,” katanya.
Ia menegaskan setiap doa yang dipanjatkan dengan niat baik tidak akan sia-sia. Selama doa tersebut mengandung kebaikan, menurutnya, Allah pasti memberikan balasan yang terbaik bagi hamba-Nya, baik dalam bentuk pengabulan langsung maupun dengan cara lain yang lebih bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....