Jauhi Gibah dan Berburuk Sangka saat Berpuasa
- 08 Mar 2026 07:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pada saat berpuasa di bulan Ramadan, penting bagi umat Muslim untuk menjaga lisan dan hati dari perkara yang merusak pahala. Ustaz Didi Supriadi mengingatkan umat Muslim untuk menjauhi perbuatan tidak berguna, termasuk gibah dan buruk sangka.
Ustaz Didi menekankan, puasa harus memiliki dimensi spiritual. Seringkali, fisik seseorang berpuasa namun ia melakukan kemaksiatan melalui kata-kata yang menyakiti orang lain atau menyebarkan fitnah yang merugikan.
"Secara ruhiyyah, puasa kita jangan sampai kita batalkan dengan perkara-perkara yang tidak berguna," ujarnya dalam program Dialog Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Kamis, 19 Februari 2026.
Ustaz Didi menambahkan, gibah dan fitnah harus dijauhi, baik selama bulan Ramadan atau setelahnya.
Selain lisan, penyakit hati seperti berburuk sangka juga menjadi perhatian utama. Ustaz Didi mengamati, seringkali manusia lebih mudah berburuk sangka daripada berbaik sangka, terutama dalam menghadapi perbedaan di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan perbedaan dalam menentukan awal Ramadan sebagai ujian untuk tetap berbaik sangka. Menurutnya, pintu ijtihad selalu terbuka dan perbedaan tersebut tidak boleh menjadi celah bagi munculnya prasangka buruk antar sesama Muslim.
"Penting bagi kita untuk senantiasa terus meningkatkan kewaspadaan kita supaya kita tidak terjebak dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi kehidupan kita terutama husnudzon kepada Allah Swt dan kepada sesama manusia," katanya.
Ustaz Didi mengajak umat Muslim untuk terus belajar dan menuntut ilmu agar hati senantiasa terjaga. Dengan ilmu, seseorang akan lebih bijak dalam bersikap dan lebih mampu mengontrol penyakit-penyakit akidah yang dapat menggerogoti pahala puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....