Satlantas Polres Paser Intensif Cegah Balap Liar Ramadan

  • 07 Mar 2026 01:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser meningkatkan pengamanan di sejumlah titik guna menertibkan aksi balap liar yang kerap meresahkan pengguna jalan, khususnya di wilayah Tanah Grogot.

Kepala Satlantas Polres Paser, AKP Weny Wahyuningsih, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel untuk berpatroli di lokasi yang sering dijadikan arena balap liar, terutama pada waktu subuh setelah sahur.

“Untuk mengantisipasi balap liar, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan. Setelah waktu sahur, anggota sudah ditempatkan di titik-titik yang biasanya digunakan oleh para remaja untuk balapan liar,” ujarnya, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia menyebutkan terdapat lima lokasi yang kerap menjadi tempat balap liar saat Ramadan, yakni kawasan Kilometer 5, Jalan Jenderal Sudirman, area belakang rumah sakit, sekitar stadion, serta Padang Prapat.

“Kelima lokasi tersebut menjadi titik yang sering digunakan untuk balap liar, sehingga setiap pagi anggota kami berjaga di sana,” katanya.

Selain melakukan patroli, Satlantas Polres Paser juga menggelar pengamanan di sekitar masjid saat pelaksanaan salat Jumat. Pengamanan ini dilakukan oleh personel yang beragama nonmuslim.

Langkah tersebut diambil menyusul adanya laporan masyarakat mengenai aksi balap liar yang kerap terjadi menjelang pelaksanaan salat Jumat di beberapa lokasi.

“Ketika masyarakat melaksanakan salat Jumat, personel Polwan dan anggota lalu lintas yang beragama nonmuslim melaksanakan penjagaan di titik yang sering dijadikan lokasi balap liar,” kata AKP Weny.

Ia menambahkan, pengamanan dilakukan melalui patroli rutin serta penempatan personel yang bersiaga di sejumlah titik rawan. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan hingga periode Lebaran bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat.

Satlantas Polres Paser juga menegaskan akan memberikan tindakan tegas kepada pelaku balap liar. Jika terjaring razia, para pelaku akan dipanggil bersama orang tua mereka untuk mendapatkan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....