KUA Sambutan Soroti Pentingnya Pembiasaan Ibadah dalam Pembentukan Karakter
- 01 Mar 2026 13:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pembiasaan ibadah sejak usia dini dinilai menjadi kunci utama dalam membentuk karakter positif pada peserta didik madrasah. Kebiasaan menjalankan ibadah secara konsisten tidak hanya membangun kedekatan spiritual, tetapi juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sambutan, Aspian Noor Nurdin, saat memberikan materi penguatan pendidikan karakter kepada siswa madrasah dalam kegiatan Ramadhan Challenge 2026 yang digelar Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur secara daring.
Aspian menjelaskan, pendidikan karakter dibangun dari beberapa nilai utama, yaitu nilai agama, norma sosial, budaya bangsa, serta nilai-nilai Pancasila. Keempat unsur tersebut menjadi pedoman dalam membentuk perilaku peserta didik agar mampu hidup selaras dengan lingkungan sosialnya.
“Nilai agama mengajarkan keimanan, ibadah, dan akhlak yang menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aspian pada Jumat 27 Februari 2026. Ia menambahkan, karakter baik lahir dari pemahaman sekaligus praktik nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Aspian mencontohkan pembiasaan ibadah seperti salat lima waktu, puasa Ramadan, serta sedekah sebagai latihan disiplin dan tanggung jawab. Proses tersebut dinilai mampu membangun sikap sabar, rendah hati, serta kepedulian sosial terhadap sesama.
Aspian juga mengingatkan pentingnya norma sosial dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghormati, menghindari perundungan, serta menjaga empati menjadi bagian dari karakter yang harus ditanamkan sejak anak berada di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Selain itu, nilai budaya bangsa dan Pancasila dinilai penting untuk menjaga identitas nasional di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat. Peserta didik diharapkan mampu menghargai perbedaan serta menjaga persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aspian menegaskan pembentukan karakter membutuhkan dukungan bersama antara keluarga, guru, dan masyarakat. Keteladanan orang dewasa serta pembiasaan perilaku positif menjadi faktor utama dalam membangun generasi madrasah yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....