Sholat Dhuha: Amalan Ringan dengan Ganjaran Luar Biasa
- 26 Feb 2026 07:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sholat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keistimewaan. Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan besarnya pahala yang terkandung di dalamnya, mulai dari jaminan ganjaran di surga hingga pengampunan dosa. Tak hanya itu, sholat dhuha juga berperan penting dalam menjaga kualitas spiritual seorang Muslim agar tetap dekat dengan Allah SWT.
Melansir laman mui.or.id, berikut lima keutamaan sholat dhuha dengan penjelasan yang lebih mendalam.
1. Dijanjikan Istana di Surga
Salah satu keutamaan besar sholat dhuha adalah janji Allah SWT berupa istana di surga bagi hamba-Nya yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى الضُّحَى اِثْنَتَي عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اَللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa besar penghargaan yang Allah berikan kepada hamba yang istiqamah dalam menjalankan ibadah sunnah ini.
2. Mendapat Ampunan Dosa
Sholat dhuha juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa, meskipun sebanyak buih di lautan, selama dikerjakan secara rutin dan penuh keikhlasan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
“Barang siapa yang menjaga sholat dhuha secara konsisten, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
Keutamaan ini menjadi motivasi kuat bagi setiap Muslim untuk tidak meremehkan amalan sunnah, karena di dalamnya tersimpan rahmat dan ampunan Allah yang luas.
3. Menggantikan Sedekah bagi Seluruh Persendian
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap persendian tubuh manusia memiliki kewajiban sedekah setiap pagi. Namun kewajiban tersebut dapat terpenuhi dengan melaksanakan dua rakaat sholat dhuha.
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ... وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir adalah sedekah, begitu pula amar makruf dan nahi munkar. Dan dua rakaat sholat dhuha mencukupi semua itu.” (HR Muslim)
Artinya, dengan dua rakaat saja, seorang Muslim telah menunaikan kewajiban sedekah atas seluruh persendian tubuhnya.
4. Disebut sebagai Sholatnya Kaum Awwâbîn
Sholat dhuha juga dikenal sebagai sholat orang-orang awwâbîn, yakni mereka yang senantiasa kembali kepada Allah dalam taubat dan ketaatan. Rasulullah SAW bersabda:
لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ
“Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah (bertaubat). Sholat dhuha adalah sholat orang-orang awwâbîn.” (HR Al-Hakim)
Predikat ini menunjukkan bahwa sholat dhuha menjadi ciri pribadi yang dekat dengan Allah dan selalu berusaha memperbaiki diri.
5. Keutamaannya Bertingkat Sesuai Jumlah Rakaat
Keistimewaan sholat dhuha juga bertambah sesuai dengan jumlah rakaat yang dikerjakan. Dalam riwayat Al-Baihaqi disebutkan bahwa:
- Dua rakaat: tidak dicatat sebagai orang lalai.
- Empat rakaat: dicatat sebagai orang yang berbuat baik.
- Enam rakaat: dicatat sebagai orang yang taat.
- Delapan rakaat: dicatat sebagai orang yang beruntung.
- Sepuluh rakaat: tidak dicatat dosa pada hari itu.
- Dua belas rakaat: dibangunkan rumah di surga.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ، فَقُلْتُ: يَا عَمُّ اقْبِسْنِى خَيْرًا. فَقَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ: إِنْ صَلَّيْتَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ تُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا أَرْبَعًا كُتِبْتَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا سِتًّا كُتِبْتَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَإِنْصَلَّيْتَهَا ثَمَانِيًا كُتِبْتَ مِنَ الْفَائِزِينَ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا عَشْرًا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ ذَلِكَ الْيَوْمَ ذَنْبٌ، وَإِنْ صَلَّيْتَهَا ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهِ لَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Aku bertemu Abu Dzar RA., lalu berkata: Wahai paman, berilah aku satu kebaikan. Ia menjawab: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana kamu bertanya kepadaku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu sholat dhuha dua rakaat, kamu tidak dicatat sebagai orang lalai, jika empat rakaat dicatat sebagai orang berbuat baik, jika enam rakaat dicatat sebagai orang taat, jika delapan rakaat dicatat sebagai orang beruntung, jika sepuluh rakaat maka pada hari itu tidak dicatat dosa bagimu, dan jika dua belas rakaat maka Allah membangunkan untukmu rumah di surga.” (HR Al-Baihaqi) (A Zaeini Misbaahuddin Asyuari, ed: Nashih)
Hadis ini memberikan gambaran, bahwa setiap tambahan rakaat membawa peningkatan derajat dan pahala di sisi Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....