Hadi Mulyadi Paparkan Tujuh Amalan agar Ramadan Tidak Berlalu Sia-sia

  • 22 Feb 2026 10:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dalam tausiyahnya di Masjid Babussalam Samarinda, Jumat 21 Februari 2026, Eks Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi memaparkan sejumlah amalan penting agar Ramadan tidak berlalu tanpa makna. Ia menegaskan ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan juga menjadi sarana pembinaan akhlak serta pengendalian diri secara menyeluruh.

Menurutnya, banyak orang menjalankan puasa sebatas kewajiban fisik, tanpa memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Padahal, Ramadan merupakan momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki perilaku, serta meningkatkan kualitas hubungan manusia dengan Allah maupun sesama.

Dalam penjelasannya, Hadi Mulyadi mengutip pandangan ulama besar Imam Al-Ghazali mengenai tingkatan puasa. Ia menyebutkan puasa memiliki tiga level, yakni puasa orang awam yang sekadar menahan makan dan minum, puasa tingkat menengah yang menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa, serta puasa tingkat tinggi yang mampu menjaga hati dari hal-hal yang melalaikan.

“Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi seluruh anggota tubuh harus ikut berpuasa dari hal-hal yang mengurangi pahala,” ujarnya di hadapan jemaah. Ia menambahkan menjaga lisan dari perkataan buruk, menahan pandangan, serta mengendalikan pikiran menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah puasa.

Menurut Hadi, tujuh amalan utama yang dapat dilakukan umat Islam selama Ramadan. Amalan tersebut meliputi menjaga kualitas puasa, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan salat sunnah, terutama salat tarawih yang menjadi ciri khas ibadah di bulan suci.

Hadi juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah selama Ramadan. Menurutnya, Rasulullah dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat ketika memasuki bulan Ramadan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui berbagi kepada sesama.

Selain itu, Hadi menekankan pentingnya melaksanakan iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai upaya meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Malam tersebut disebut memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan ibadah malam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....