Hadi Mulyadi Beri Tausiyah Ramadan, Ingatkan Pentingnya Iman dan Syukur

  • 22 Feb 2026 10:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2018–2023, Hadi Mulyadi, memberikan tausiyah Ramadan di Masjid Babussalam Samarinda, Jumat 21 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti jemaah salat tarawih yang memenuhi masjid, memperlihatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan suci.

Dalam tausiyahnya, Hadi Mulyadi menekankan kesempatan bertemu Ramadan merupakan karunia besar yang tidak semua orang dapatkan. Ia mengingatkan umur panjang dan kesehatan merupakan nikmat yang sering kali baru disadari nilainya ketika seseorang kehilangan kesempatan beribadah.

Hadi menyampaikan setiap tahun ada banyak orang yang tidak sempat memasuki Ramadan karena wafat terlebih dahulu, sementara sebagian lainnya menjalani bulan puasa dalam kondisi sakit. “Pada malam hari ini kita diberikan kesehatan, diberikan kesempatan atau waktu, diberikan nikmat Islam dan iman, serta kembali ditakdirkan Allah bertemu dengan bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah dan perubahan sikap spiritual. Kehadiran umat Islam di masjid untuk melaksanakan salat tarawih, lanjutnya, menjadi tanda iman masih tumbuh dan menggerakkan hati seseorang untuk mendekat kepada Allah.

Hadi Mulyadi menegaskan iman merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh amal ibadah. Dengan iman, seseorang mampu menjaga salat lima waktu, menjalankan puasa Ramadan dengan penuh kesadaran, serta terdorong untuk berinfak, bersedekah, dan melakukan berbagai kebaikan sosial.

Hadi juga mengingatkan iman setiap orang memiliki tingkat yang berbeda-beda, namun sekecil apa pun tetap menjadi nikmat besar yang harus dipelihara. “Sekecil apa pun iman yang ada pada diri kita, kita patut bersyukur. Hadir di masjid saja itu pertanda ada iman di dalam kita,” katanya.

Dalam suasana tausiyah yang diselingi pesan reflektif, ia mengajak jemaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, bulan suci bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi spiritual secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....