Kemenag Samarinda Ajak Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Puasa

  • 18 Feb 2026 10:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksanaan rukyatul hilal di Kantor Kemenag Kota Samarinda tidak hanya membahas aspek teknis astronomi, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan umat. Perbedaan potensi awal Ramadan dinilai sebagai hal yang kerap terjadi dalam dinamika penentuan kalender hijriah.

Kepala Kantor Kemenag Samarinda, Nasrun, menyampaikan sebagian kelompok masyarakat telah menyatakan kemungkinan memulai puasa lebih awal. Namun ia menekankan perbedaan tersebut harus disikapi dengan sikap saling menghormati.

“Jika adanya perbedaan karena ada beberapa teman kita yang sudah menyampaikan mereka akan berpuasa tanggal 18, kita menghormati keputusan itu,” ujar Nasrun. Ia menambahkan, keberagaman pandangan merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam.

Meski demikian, Kemenag tetap mengimbau masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah sebagai pedoman bersama. Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah di ruang publik.

Nasrun menilai toleransi menjadi kunci utama menjaga suasana Ramadan tetap kondusif. Ia menegaskan perbedaan metode penentuan awal bulan tidak boleh memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghargai individu yang tidak menjalankan puasa karena alasan tertentu. Sikap saling menghormati dinilai sebagai nilai utama yang harus dijaga selama bulan suci.

“Kita hargai toleransi, kita hargai perbedaan, dan kita hargai juga orang yang tidak berpuasa,” kata Nasrun. Ia menegaskan Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan, bukan memperbesar perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....